Klaim Siti Elina, perempuan yang menerobos penjagaan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) Istana Merdeka dengan membawa pistol, meminta maaf langsung ke Presiden Joko Widodo beredar melalui sebuah video. Salah satu kanal YouTube, Kabar Politik mengunggah video itu dengan judul "Nekat Minta Maaf Langsung Ke Presiden, Siti Elina Akui Terpaksa Lakukan ini ("Viral")". Video yang diunggah pada 28 Oktober itu telah ditonton sebanyak 42 ribu kali.
Video tersebut kemudian kembali disebarkan melalui platform Facebook oleh akun Teramat pada 29 Oktober 2022. Di platform itu, video dengan judul yang sama telah ditonton lebih dari 121 ribu kali dan mendapat 2 ribu tangapan hingga 600 an komentar.
Video itu menampilkan potret Siti Elina saat diamankan hingga potret barang bukti yang dibawa saat menerobos masuk ke istana, termasuk pistol jenis FN. Sementara, natator menjelaskan spesifikasi dan kegunaan senjata api FN.
Video berdurasi 10 menit itu tampak mengulang potongan-potongan video yang digabungkan. Sementara, narasi dalam video hanya berdurasi hingga 5 menit.
Penelusuran
Pencarian sumber kredibel isi video dilakukan dengan mengunggah tangkapan layar video ke situs Yandex dan Google Images.
Hasilnya, video tersebut memang berisi potongan dokumentasi peristiwa penerobosan seorang wanita ke Istana Merdeka. Tetapi, dalam video tidak ditemukan video atau foto yang menunjukkan wanita tersebut meminta maaf langsung kepada Jokowi.
Penelusuran juga dilakukan menggunakan kata kunci "Siti Elina minta maaf ke Jokowi" tapi tidak ditemukan hasil pencarian terkait. Dilansir dari merdeka.com, keinginan Siti Elina bertemu Jokowi ialah untuk memberitahukan bahwa ideologi Indonesia yang menurutnya benar adalah atas dasar Islam, bukan Pancasila.
"Tujuannya adalah ingin bertemu Pak Jokowi, ingin menyampaikan bahwa Indonesia salah, karena bukan atas dasar Islam tetapi ideologinya Pancasila," kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi saat jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (26/10).
Kemudian, thumbnail video yang menunjukkan sosok perempuan tengah berhadapan dengan Jokowi dan disaksikan banyak anggota kepolisian merupakan merupakan hasil suntingan. Foto serupa pernah digunakan dengan narasi "nyinyir kunjungan Jokowi wamenlu era sby ini di sorot ke jalur hukum".
Foto lebih identik juga pernah diunggah dengan menampilkan wajah Ustaz Abdus Somad (UAS) dengan narasi "UAS tak bisa ngelak lagi!! Gawat.!! barang sitaán densos 88 jadi bukti".
Kesimpulan
Narasi dalam video yang mengklaim Siti Elina meminta maaf ke Jokowi adalah tidak benar. Video tidak menunjukkan bukti dari klaim tersebut dan tidak ada media kredibel yang menuliskan narasi itu.
Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan. Pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Referensi
https://www.facebook.com/100086164672393/videos/5496588643759486
https://www.youtube.com/watch?v=6-KuICbErwc
https://www.merdeka.com/peristiwa/siti-elina-todong-pistol-amp-coba-terobos-istana-karena-ingin-bertemu-presiden-jokowi.html
Reporter Magang: Aslamatur Rizqiyah