Wu Lei Comeback, Media China Sesumbar Bisa Kalahkan Indonesia dan Bahrain di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Media China melaporkan bahwa kembalinya Wu Lei setelah cedera panjang telah menghidupkan kembali peluang Team Dragons.

Ana Dewi
Oleh Ana Dewi - Reporter
Wu Lei Comeback, Media China Sesumbar Bisa Kalahkan Indonesia dan Bahrain di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Striker Timnas China, Wu Lei, selebrasi bersama rekan di Timnas China seusai menjebol gawang Filipina di Piala Asia 2019 (11/1/2019). (AFP/Khaled Desouki) (© 2025 Bola.com)

Media asal China, Sohu, melaporkan bahwa kembalinya Wu Lei dari cedera yang cukup lama memberikan harapan baru bagi Tim Dragons untuk meraih kemenangan dalam dua pertandingan terakhir Kualifikasi Piala Dunia 2026. China akan segera menghadapi Timnas Indonesia dalam lanjutan Grup C pada putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, yang akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada hari Kamis, 5 Juni 2025, pukul 20.45 WIB.

Selanjutnya, lima hari setelah pertandingan melawan Indonesia, tepatnya pada 10 Juni 2025, tim yang dilatih oleh Branko Ivanjovic akan berhadapan dengan Timnas Bahrain di matchday terakhir Grup C di Chongqing Longxing Football Stadium, China. Sohu mengutip pernyataan pelatih Timnas China, Ivankovic, yang menyatakan bahwa dia telah mengadakan rapat taktik untuk mempersiapkan tim menghadapi laga penting melawan Indonesia dan Bahrain, yang merupakan pertandingan penentu dalam Kualifikasi Piala Dunia bulan Juni ini.

Media tersebut juga menambahkan, "Kembalinya Wu Lei membuat ancaman ofensif Timnas China melonjak tiga level dan naskah dua kemenangan beruntun dan kualifikasi tiba-tiba menjadi mungkin." Dengan adanya Wu Lei, harapan Timnas China untuk melangkah lebih jauh dalam kompetisi semakin terbuka lebar.

Pertandingan antara Shanghai Port dan Chengdu Rongcheng dalam Liga Super China berlangsung di Pudong Football Stadium pada Minggu, 20 April 2025. Pertandingan ini menjadi momen penting karena menandai kembalinya Wu Lei setelah absen selama lima bulan akibat cedera. Dalam laga tersebut, Wu Lei diturunkan pada babak kedua, tepatnya di menit ke-71, menggantikan Xinxiang Li. Meskipun kehadirannya di lapangan diharapkan dapat memberikan dampak positif, Shanghai Port harus menerima kenyataan pahit dengan kekalahan 1-3 dari tim tamu.

Sohu melaporkan, "Timnas China punya kabar gembira: Ivan telah kehilangan pemain terkuatnya dan mendapatkannya kembali."

Meskipun Shanghai Port mengalami kekalahan dalam pertarungan memperebutkan posisi puncak Liga Super China, Sohu menyatakan, "Pada malam perebutan posisi puncak Liga Super China, Shanghai Port kalah 1-3, tetapi tim nasional China sangat gembira." Kembalinya Wu Lei ke lapangan setelah lima bulan absen menjadikannya sebagai topik yang ramai dibicarakan di media sosial, terutama setelah ia tampil selama 21 menit sebagai pemain pengganti.

Pemain yang berasal dari Nanjing, China ini akan menjadi ancaman serius bagi pertahanan Timnas Indonesia. Wu Lei adalah salah satu pemain veteran yang memiliki kemampuan yang sudah terbukti. Saat ini, ia telah mengumpulkan 99 caps bersama Tim Dragons. Penyerang dengan tinggi 174 cm ini berhasil mencetak 36 gol dan memberikan 10 assist. Dengan pengalaman yang melimpah, Timnas Indonesia harus ekstra waspada terhadap keberadaan pemain ini.

Selain itu, Wu Lei juga pernah bermain untuk klub Liga Spanyol, Espanyol. Selama periode 2019 hingga 2022, ia mencatatkan 103 penampilan dan berhasil mencetak 10 gol. Pengalamannya di Eropa tentunya menambah kualitas permainannya, sehingga akan menjadi tantangan tersendiri bagi lini belakang Indonesia. Dengan kemampuan dan rekam jejak yang dimiliki, Wu Lei pasti akan berusaha memberikan yang terbaik dalam pertandingan mendatang.

China saat ini masih terjebak di dasar klasemen, menempati urutan keenam dengan hanya mengantongi enam poin. Tim Dragons tidak berhasil meraih angka dalam dua pertandingan terakhir yang berlangsung pada bulan Maret lalu, di mana mereka mengalami kekalahan dari Arab Saudi dengan skor 0-1 dan Australia dengan skor 0-2.

Meskipun poin yang diperoleh China sama dengan Bahrain yang berada di peringkat kelima, namun selisih gol mereka sangat mencolok, yaitu (-13) untuk China dibandingkan dengan (-8) milik Bahrain. Dari total delapan pertandingan yang dijalani, China hanya mampu mencetak enam gol, dan mereka juga merupakan tim yang paling banyak kebobolan di Grup C dengan total 19 gol yang bersarang di gawang mereka.

Di sisi lain, Timnas Indonesia menunjukkan performa yang lebih baik dengan menempati posisi keempat dan mengumpulkan sembilan poin. Pasukan yang dilatih oleh Patrick Kluivert ini memiliki peluang yang lebih besar untuk melanjutkan ke fase berikutnya. Dengan penampilan yang lebih solid, mereka diharapkan dapat meningkatkan peringkat dan bersaing lebih ketat di sisa pertandingan.

Sumber: Sohu

Rekomendasi