Youssef Ezzejjari, penyerang Madura United, mengungkapkan perasaan tidak nyaman setelah mantan timnya, Barito Putera, dipastikan terdegradasi ke divisi kedua. Sebagai pemain pinjaman dari Barito Putera, ia merasa ada ikatan emosional yang kuat dengan tim tersebut. Karena kurangnya waktu bermain di Barito, Youssef pun menerima tawaran untuk bergabung dengan Madura United. Meskipun tidak selalu menjadi pemain inti, ia berhasil menunjukkan bahwa kemampuannya masih tajam.
Gol-gol yang dicetaknya turut membantu Madura United bertahan di liga utama. Namun, situasi berbeda dialami oleh Barito Putera, yang harus menghadapi kenyataan pahit. Kemenangan Semen Padang atas Arema FC pada laga terakhir (24/5/2025) mengakhiri harapan tim dari Kalimantan itu untuk tetap bertahan.
"Ini adalah situasi yang aneh. Saya berasal dari Barito, tetapi mereka harus mengalami kegagalan. Saya merasa sedih karena Barito terdegradasi. Saya ingin meminta maaf kepada presiden klub, manajemen, dan para suporter Barito," ungkapnya.
Advertisement
Berharap Tim ini Segera Kembali ke Liga 1
Barito Putera tidak sendiri dalam menghadapi penurunan ke Liga 2. Di sisi lain, PSS Sleman juga merasakan duka yang sama meskipun berhasil meraih kemenangan atas Madura United dalam pertandingan terakhir mereka pada tanggal 24 Mei 2025. Kedua tim tersebut mengikuti jejak PSIS Semarang, yang sebelumnya sudah terlanjur 'memesan' tiket degradasi akibat permasalahan internal yang terjadi di dalam tim.
"Ini sepak bola. Kadang menang, kadang kalah. Ada yang degradasi, ada yang bertahan. Saya berharap mereka bisa segera kembali ke liga 1," ungkapnya.
Advertisement
Masa Depan Masih Belum Pasti
Youssef belum dapat memastikan masa depannya di Madura United. Hingga saat ini, belum ada pembicaraan lebih lanjut mengenai kelanjutan kontraknya. Meskipun demikian, pemain berusia 32 tahun ini merasa bahagia bergabung dengan tim yang berasal dari Pulau Garam tersebut. Ia merasakan dukungan yang kuat dari semua orang di sekitarnya untuk memberikan penampilan terbaik. "Sejujurnya saya tidak tahu dengan situasi saya. Sangat sulit mengatakannya. Tapi dalam posisi sulit di klasemen, kami bisa melakukan yang terbaik. Menjadi keluarga di dalam dan lapangan," ungkapnya.
Youssef juga mengucapkan terima kasih kepada presiden klub dan manajemen yang telah memberinya kepercayaan. "Terima kasih presiden klub dan manajemen yang telah memercayaiku. Saya mencoba segalanya di lapangan membantu dengan gol ataupun assist. Saya akan menikmati liburan dulu," sambung eks Persik Kediri tersebut.
Ia bertekad untuk memberikan yang terbaik di setiap pertandingan, meskipun situasi saat ini tidak menentu. Dengan semangat dan dukungan tim, Youssef berharap bisa berkontribusi lebih banyak ke depannya.