Drama Cuaca di Piala Dunia Antarklub: Chelsea Keluhkan Cuaca Panas yang Bikin Persiapan Tim Kacau

Pelatih Chelsea, Enzo Maresca, mengungkapkan keluhannya tentang kondisi cuaca di Philadelphia, yang menjadi lokasi latihan mereka selama Piala Dunia Antarklub.

Yus Mei Sawitri
Oleh Yus Mei Sawitri - Reporter
Drama Cuaca di Piala Dunia Antarklub: Chelsea Keluhkan Cuaca Panas yang Bikin Persiapan Tim Kacau
Starting XI Chelsea berpose untuk foto tim di awal pertandingan Grup D Piala Dunia Antarklub antara Chelsea dan Los Angeles FC di Atlanta, Senin, 16 Juni 2025. (AP Photo/Brynn Anderso (Starting XI Chelsea berpose untuk foto tim di awal pertandingan Grup D Piala Dunia Antarklub antara Chelsea dan Los Angeles FC di Atlanta, Senin, 16 Juni 2025. (AP Photo/Brynn Anderso)

Manajer Chelsea, Enzo Maresca, menyampaikan keluhan mengenai kondisi cuaca di Philadelphia, tempat timnya menjalani latihan selama Piala Dunia Antarklub 2025. Menurut Maresca, sangat sulit bagi timnya untuk berlatih di tengah suhu yang ekstrem panasnya. Chelsea melakukan latihan di Subaru Park, markas dari klub MLS Philadelphia Union, di mana suhu udara mencapai 37 derajat Celsius.

Kelembapan yang tinggi, mencapai 45 persen, membuat suhu terasa seperti 45 derajat Celsius. Berdasarkan informasi dari accuweather.com, pada Senin (23/6/2025), suhu di Philadelphia diperkirakan akan melebihi 100 derajat Fahrenheit atau 37,8 derajat Celsius untuk pertama kalinya dalam 13 tahun terakhir. Otoritas setempat bahkan telah mengeluarkan peringatan serius, menganjurkan warga untuk menghindari aktivitas di luar ruangan yang berisiko di tengah panas yang ekstrem.

Ironisnya, beberapa pertandingan di Piala Dunia Antarklub 2025 dijadwalkan berlangsung pada siang hari, saat suhu berada pada puncaknya. Maresca pun mengungkapkan betapa sulitnya kondisi yang dihadapi oleh tim Chelsea saat ini. "Sesi latihan pagi ini sangat, sangat, sangat singkat. Kami tidak mau membuang energi untuk pertandingan," ungkap Maresca, seperti yang dilansir oleh BBC pada Selasa (24/6/2025).

Pelatih asal Italia ini menambahkan bahwa sesi latihan hanya difokuskan pada persiapan menghadapi pertandingan berikutnya, tanpa adanya latihan fisik yang berat. "Seperti yang Anda lihat, ini tidak mudah berlatih dalam kondisi seperti ini dengan suhu seperti ini. Sulit bekerja dengan suhu ini, tapi kami di sini dan kami mencoba melakukan yang terbaik dan kami akan mencoba untuk menang besok," tambah Maresca.

Keluhan yang Disampaikan oleh Klub-klub lainnya

Kondisi yang ekstrem ini tidak hanya dialami oleh skuad Chelsea, tetapi juga oleh tim-tim lain yang turut berkompetisi di Piala Dunia Antarklub 2025. Kekhawatiran serius muncul mengenai status Amerika Serikat sebagai tuan rumah bersama Piala Dunia 2026 akibat permasalahan ini. Manajer Borussia Dortmund, Niko Kovac, menyatakan bahwa ia merasa berkeringat seperti baru saja keluar dari sauna setelah timnya bertanding di suhu 32 derajat Celsius di Cincinnati.

Selain itu, Marcos Llorente, gelandang Atletico Madrid, juga mengungkapkan keluhan mengenai panas yang sangat menyengat setelah timnya mengalami kekalahan 0-4 dari Paris St-Germain di Pasadena, dengan suhu yang sama. Ia bahkan merasakan nyeri yang luar biasa pada jari-jari kaki dan kukunya.

Di tengah tantangan cuaca yang menyulitkan ini, Chelsea juga menghadapi tekanan yang besar. Mereka harus berusaha keras untuk menghindari kekalahan dalam pertandingan terakhir Grup D melawan ES Tunis dari Tunisia yang dijadwalkan pada Rabu (25/6/2025) dini hari WIB. The Blues wajib meraih kemenangan karena sebelumnya mereka kalah 1-3 dari klub Brasil, Flamengo, dalam laga pertama Grup D. Agar bisa lolos sebagai runner-up grup, Chelsea tidak boleh kalah dalam pertandingan ini. Jika berhasil lolos sebagai runner-up, Chelsea berpotensi menghadapi Bayern Munchen, Benfica, atau Boca Juniors di babak 16 besar.

Trik Latihan yang Digunakan Chelsea

Dalam menghadapi cuaca yang sangat panas, Chelsea mengimplementasikan berbagai langkah untuk menjaga kesehatan para pemainnya. Enzo Maresca merencanakan sesi latihan yang sangat singkat. Selama latihan, staf medis terus memantau kondisi fisik pemain. Di sekitar lapangan, tersedia krat-krat berisi botol air es. Minuman juga ditawarkan kepada pemain setiap kali ada kesempatan, di sela-sela sesi latihan. Selain itu, kipas angin besar dipasang di sisi lapangan untuk menyemprotkan uap air ke arah para pemain. Latihan berlangsung di satu-satunya area yang teduh di stadion terbuka di Chester, Pennsylvania.

Meskipun harus beradaptasi dengan kondisi cuaca yang tidak biasa, para pemain Chelsea tetap menunjukkan dedikasi yang tinggi. "Memang butuh waktu untuk terbiasa, dan benar kami bermain banyak pertandingan musim lalu, tetapi kami tahu kami punya pekerjaan yang harus dilakukan di sini, dan kami ingin melangkah jauh di turnamen ini," ungkap bek Chelsea, Marc Cucurella.

(Fadillah Setiawan)

Sumber: BBC

Rekomendasi