Bagaimana Kinerja Empat Pemain Timnas Indonesia di Liga Thailand?

Mari kita lihat perbandingan performa empat pemain Timnas Indonesia yang bermain di Liga Thailand.

Radifa Arsa
Oleh Radifa Arsa - Reporter
Bagaimana Kinerja Empat Pemain Timnas Indonesia di Liga Thailand?
Timnas Indonesia - Ronaldo Kwateh, Meshaal Hamzah, Pratama Arhan, Asnawi Mangkualam (Bola.com/Adreanus Titus) (© 2025 Bola.com)

Sejumlah pemain Timnas Indonesia yang memilih untuk bergabung dengan klub-klub di Liga Thailand telah menciptakan prestasi yang cukup mengesankan. Namun, tidak sedikit yang harus menghadapi kenyataan pahit akibat terbatasnya kesempatan bermain di lapangan. Liga Thailand kini telah menjadi salah satu destinasi utama bagi para pemain Timnas Indonesia dari berbagai kelompok usia untuk mengembangkan keterampilan dan mendapatkan pengalaman. Hal ini disebabkan oleh kualitas kompetisi yang lebih tinggi di Negeri Gajah Putih tersebut.

Oleh karena itu, memulai karier di Thailand menjadi pilihan terbaik bagi pemain Indonesia sebelum melangkah ke level yang lebih tinggi. Beberapa pemain juga memilih untuk berkarier di Thailand karena kesulitan dalam bersaing di liga-liga lain.

Namun, tidak semua pemain Indonesia yang mencoba peruntungannya di Thailand merasakan pengalaman yang positif. Ada yang masih berjuang untuk mendapatkan kepercayaan dari pelatih mereka. Berikut adalah ulasan dari Bola.com mengenai situasi ini.

Striker yang memiliki darah Indonesia dan Liberia, Ronaldo Kwateh, menghadapi situasi yang kurang menguntungkan setelah memilih untuk berkarier di Liga Thailand. Dia awalnya bergabung dengan Muangthong United, yang merupakan klub di liga tertinggi, tetapi sayangnya, dia hanya diberikan kesempatan bermain sekali dengan total waktu 25 menit.

Akhirnya, di tengah musim, winger yang lahir di Yogyakarta ini dipinjamkan ke Mahasarakham FC, sebuah klub di liga kedua. Namun, sebelum sempat tampil di lapangan, Ronaldo mengalami cedera pada bagian meniskusnya. Hingga saat ini, ia belum dapat menambah waktu bermainnya karena masih dalam proses pemulihan cedera.

Seperti halnya Ronaldo Kwateh, pemain muda Indonesia lainnya, Meshaal Hamzah, juga mengalami kesulitan dalam mendapatkan waktu bermain yang konsisten di Liga Thailand bersama Nakhonpathom United. Bek yang lahir di Jakarta dan memiliki keturunan Sudan ini hanya tampil satu kali di Thai League 1 musim 2024/2025.

Penampilan tersebut terjadi saat melawan Muangthong United pada pekan ke-27, di mana ia masuk sebagai pemain pengganti dan hanya bermain selama 12 menit. Hingga kini, ia belum memperoleh kesempatan bermain lebih banyak dari pelatihnya.

Keputusan Pratama Arhan untuk meninggalkan Liga Jepang dan bergabung dengan Bangkok United di Liga Thailand tampaknya merupakan salah satu langkah terbaik dalam kariernya. Hal ini terbukti dengan meningkatnya menit bermainnya secara perlahan. Saat ini, Arhan telah mencatatkan total 14 penampilan bersama Bangkok United, dengan kontribusi empat assist.

Penampilan terbanyaknya terjadi di ajang Thai League 1, di mana dia tampil sebanyak 10 kali. Yang lebih menarik, Arhan juga mendapatkan kesempatan untuk bermain di ajang AFC Champions League Two (ACL2) musim ini, di mana dia tampil dalam dua pertandingan. Sayangnya, perjalanan Bangkok United terhenti di babak 16 besar.

Asnawi Mangkualam mungkin merupakan satu-satunya pemain Timnas Indonesia di Liga Thailand yang menunjukkan performa yang sangat baik. Ia berhasil mengamankan posisi utama di klub Liga Thailand, Port FC, dan sejak bergabung pada musim lalu, Asnawi telah menjadi andalan tim. Dalam total 36 penampilan di semua kompetisi, ia mencatatkan 27 penampilan di liga domestik, di mana ia memberikan kontribusi satu gol dan satu assist.

Lebih dari itu, Asnawi juga telah merasakan berbagai kompetisi bergengsi seperti Thai League Cup, Thai FA Cup, dan AFC Champions League Two (ACL2). Di kompetisi terakhir tersebut, ia berhasil tampil dalam enam pertandingan dan membantu klubnya mencapai fase 16 besar. Dengan pencapaian tersebut, Asnawi menunjukkan kualitasnya sebagai pemain yang mampu bersaing di level internasional.

Rekomendasi