Pemilik bersama Chelsea, Todd Boehly dan Behdad Eghbali, telah mencapai kesepakatan mengenai rencana pembangunan Stamford Bridge. Meskipun terdapat perbedaan pendapat terkait kebijakan transfer dan arah tim, The Sun melaporkan bahwa Boehly dan Eghbali, yang merupakan bos Clearlake Capital, telah sepakat mengenai masa depan stadion tersebut. Keduanya telah menyetujui untuk merobohkan stadion yang ada dan membangun stadion baru di lokasi yang sama. Namun, ada kekhawatiran mengenai tempat Chelsea akan bermain selama proses pembangunan berlangsung.
Dan Silver, anggota dewan Chelsea Supporters' Trust, menyatakan "Jika Stamford Bridge akan dirobohkan, saya harap itu dilakukan dalam jangka waktu yang wajar. Klub perlu meningkatkan pendapatan." Sejak tahun 1905, Stamford Bridge telah menjadi markas bagi Chelsea.
Advertisement
Bangun Stadion Baru
Boehly, yang berasal dari Amerika, lebih memilih untuk melakukan pembangunan ulang secara total pada stadion London Barat yang memiliki kapasitas 40.173 penonton. "Saya pikir kami akan membangun sesuatu yang baru," ujarnya.
Stamford Bridge telah berfungsi sebagai markas bagi The Blues sejak tahun 1905. Dengan pilihan yang sangat terbatas, bertahan di lokasi tersebut mungkin menjadi satu-satunya opsi yang realistis untuk masa depan tim.
Advertisement
Tantangan
Seorang sumber yang berasal dari dalam klub mengungkapkan bahwa rencana tersebut menghadapi banyak tantangan. "Perombakan Stamford Bridge tidak mungkin dilakukan. Yang bisa dilakukan hanya pembangunan ulang secara menyeluruh," ujarnya.
"Itu berarti butuh waktu sekitar lima hingga tujuh tahun lagi dan di mana mereka bisa bermain?" imbuhnya.
Pernyataan ini menunjukkan betapa kompleksnya situasi yang dihadapi oleh klub saat ini. Keputusan untuk melakukan pembangunan ulang tentu saja akan berdampak besar pada aktivitas tim, termasuk lokasi sementara selama proses tersebut. Hal ini menjadi perhatian utama bagi para penggemar dan manajemen klub, mengingat pentingnya memiliki tempat bermain yang layak.
Advertisement
Pindah ke Mana?
Chelsea sedang mempertimbangkan opsi untuk berpindah sementara ke Wembley, mirip dengan langkah yang diambil oleh Tottenham selama hampir dua musim dari tahun 2017 hingga 2019. Selain itu, Earl's Court yang terletak tidak jauh dari sana juga telah diusulkan sebagai salah satu lokasi relokasi yang mungkin. Di samping itu, Allianz Stadium di Twickenham, yang merupakan markas besar persatuan rugby Inggris, juga menjadi salah satu alternatif yang dibahas.
Keputusan untuk berpindah ke stadion baru menjadi pertimbangan serius bagi Chelsea, terutama dalam upaya meningkatkan pengalaman penggemar dan fasilitas yang tersedia. Dengan adanya beberapa pilihan lokasi, klub berusaha memastikan bahwa mereka dapat memberikan yang terbaik bagi para pendukungnya sambil tetap mempertahankan identitas mereka. Seperti yang telah disebutkan, Earl's Court di dekatnya juga telah disebut-sebut sebagai lokasi relokasi yang memungkinkan, begitu pula Allianz Stadium di Twickenham. Hal ini menunjukkan bahwa Chelsea ingin mengambil langkah strategis demi masa depan klub.