Kebijakan baru yang akan diterapkan oleh pelatih Oxford United, Gary Rowett, di musim mendatang tampaknya membawa harapan baru bagi Marselino Ferdinan, pemain Timnas Indonesia. Setelah berakhirnya ajang Championship musim 2024/2025, Gary Rowett akan mulai menyusun komposisi skuad Oxford United untuk musim depan.
Beberapa pemain kunci yang kontraknya hampir berakhir akan segera ditindaklanjuti. Selain itu, ada rencana untuk melepas beberapa pemain mengingat skuad Oxford United saat ini cukup besar. Gary Rowett berencana memberikan lebih banyak kesempatan bagi pemain muda di musim depan. Dengan terbukanya peluang bagi pemain muda, diharapkan semangat mereka untuk berjuang dan meyakinkan pelatih, termasuk Marselino Ferdinan yang baru saja menjalani debutnya di laga terakhir musim 2024/2025, akan meningkat.
"Kami memiliki skuad yang cukup besar dan saya pikir sesuatu yang perlu kami lakukan pada tahun depan adalah mungkin menciptakan lebih banyak kesempatan bagi beberapa pemain muda," ujar Gary Rowett dikutip dari Oxford Mail.
"Bagi para pemain muda yang datang dari akademi dan beberapa pemain muda yang dipinjamkan, akan ada kesempatan bagi beberapa dari mereka untuk mempertaruhkan tempat mereka."
Advertisement
Manfaat bagi Pemain Muda
Pelatih berusia 51 tahun tersebut mengungkapkan bahwa Oxford United berencana memberikan kesempatan kepada empat pemain muda. Hal ini dilakukan sebagai persiapan jika tim yang dikenal dengan nama Yellows kehilangan banyak pemain akibat cedera.
“Saya akan selalu menggunakan angka ideal. Angka ideal itu mungkin akan selalu mencakup empat pemain muda. Jadi, jika Anda mengalami enam atau tujuh pemain yang cedera, beberapa pemain muda itu dapat masuk,” ujarnya.
“Mereka bisa menjadi bagian dari skuad pada hari pertandingan karena mereka berlatih bersama kami sepanjang waktu,” tambah pelatih yang baru saja ditunjuk untuk menangani Oxford United pada bulan Desember 2024.
Advertisement
Pemain muda dapat berkembang
Pelatih asal Inggris tersebut berpendapat bahwa kehadiran pemain muda yang berusia di bawah 23 tahun memberikan keuntungan yang lebih besar. Selain dapat diturunkan dalam tim U-23, mereka juga bisa dipersiapkan untuk digunakan saat diperlukan.
"Menurut saya, itu lebih baik daripada dua pemain senior. Anda telah melihatnya musim ini. Kami memiliki dua atau tiga pemain senior yang tidak masuk dalam skuad pada hari pertandingan sepanjang waktu," ungkapnya.
"Bagi saya, itu tidak sehat bagi mereka. Itu tidak ideal. Anda lebih suka mereka adalah dua pemain muda yang masih bisa bermain untuk tim U-23 musim depan dan masih berlatih setiap hari serta terus berkembang," tambahnya.
Advertisement
Silakan pinjamkan
Gary tidak hanya mempromosikan pemainnya kepada tim senior, tetapi juga mempertimbangkan untuk meminjamkan beberapa pemain muda agar mereka bisa mendapatkan lebih banyak kesempatan bermain. Namun, keputusan ini harus diambil dengan hati-hati dan penuh pertimbangan.
"Pada titik tertentu, Anda akan membuat keputusan tentang mereka, apakah mereka perlu dipinjamkan. Tetapi, tentu saja untuk paruh pertama musim. Itulah yang biasanya kami lakukan," kata dia.
Kebijakan peminjaman ini diharapkan dapat memberikan pengalaman berharga bagi pemain muda, sehingga mereka dapat berkembang dan berkontribusi lebih baik di masa depan. Dalam proses pengambilan keputusan, penting bagi Gary untuk menilai potensi dan kebutuhan dari masing-masing pemain. Dengan meminjamkan mereka, diharapkan pemain muda dapat mendapatkan jam terbang yang lebih tinggi, yang sangat penting bagi perkembangan karier mereka.
Selain itu, hal ini juga akan membantu tim dalam jangka panjang, karena pemain yang lebih terlatih akan memberikan dampak positif bagi performa tim secara keseluruhan. Oleh karena itu, Gary berkomitmen untuk terus memantau perkembangan pemain yang dipinjamkan dan memastikan bahwa mereka mendapatkan pengalaman yang optimal.
Sumber: Oxford Mail