Neymar merupakan salah satu pemain yang kontraknya dihentikan pada musim ini. Terdapat berbagai alasan mengapa seorang pemain bisa mengalami pemutusan kontrak, seperti perselisihan internal, cedera, atau keinginan untuk mencari kesempatan baru di klub lain. Pada Januari 2025, Neymar dan Al-Hilal mencapai kesepakatan untuk mengakhiri kontrak sang pemain Brasil. Ia pun kembali ke klub masa kecilnya, Santos, yang menandai berakhirnya masa cedera di Arab Saudi.
Selama di Al-Hilal, Neymar mengalami penurunan performa dan hanya tampil dalam tujuh pertandingan setelah bergabung dengan klub tersebut melalui kesepakatan senilai 77,6 juta pada Agustus 2023. Selain Neymar, sejumlah pemain sepak bola lainnya, termasuk mantan bintang Real Madrid dan Leicester City, juga mengalami pemutusan kontrak pada musim 2024/25.
Advertisement
Legenda Real Madrid ini sudah tidak asing lagi dengan situasi pemutusan kontrak. Kontraknya di Olympiacos dibatalkan pada tahun lalu setelah ia hanya bertahan selama lima bulan di klub tersebut. Ia kemudian kembali ke Fluminense, klub asalnya, pada bulan Februari tahun lalu, meskipun kepulangannya tidak berlangsung lama. Meskipun telah mencatatkan 38 penampilan di semua kompetisi sepanjang tahun 2024, perjalanan Marcelo tidak berjalan mulus di belakang layar.
Bek sayap berusia 36 tahun itu masuk sebagai pemain pengganti saat menghadapi Gremio pada akhir pekan. Setelah terlibat dalam perdebatan sengit dengan manajernya, ia kemudian diminta untuk duduk di bangku cadangan. Tak lama setelah pertandingan tersebut, Fluminense mengumumkan bahwa kontrak Marcelo telah diputus menyusul perselisihannya dengan Mano Menezes.
Advertisement
Masa kontrak Kent di Fenerbahce berakhir pada bulan Oktober setelah adanya kesepakatan untuk pemutusan kontrak secara bersama. Selama berada di bawah bimbingan Jose Mourinho, ia hanya tampil selama 68 menit sebelum pelatih asal Portugal tersebut memutuskan bahwa masa depan pemain sayap ini di klub tidak ada.
Pengalaman Kent di Turki bisa dibilang kurang memuaskan, terutama jika melihat fakta bahwa ia hanya bermain selama 139 menit di liga pada musim lalu. Kini, sebagai free agent, pemain berusia 27 tahun ini dikabarkan menarik perhatian beberapa klub Championship, mengingat kemungkinan besar ia akan kembali ke Inggris.
Advertisement
Setelah terlibat dalam beberapa kontroversi terkait transfer selama musim panas, kontrak mantan pemain Leicester City tersebut diputus oleh Besiktas pada bulan September. Klub asal Turki itu telah berusaha untuk melepas Amartey selama musim panas, namun beberapa kali usaha tersebut gagal karena pemain berusia 29 tahun ini menolak untuk pindah. "Amartey adalah orang yang aneh," ungkap juru bicara Besiktas, Huseyin Yucel. "Kami membuat kesepakatan dengan tim dari Arab Saudi, tetapi dia tidak naik pesawat. Kami menyetujui [kesepakatan] dengan Eyupspor, tetapi dia melarikan diri melalui pintu belakang fasilitas kami."
Di sisi lain, Amartey membantah tuduhan bahwa dia telah berbuat salah. "Itu sama sekali tidak benar. Tidak ada yang seperti itu terjadi - tuduhan itu seharusnya diabaikan." Dengan segala drama yang mengelilinginya, keputusan untuk meninggalkan klub dengan persetujuan bersama pun tidak terlalu mengejutkan. Situasi ini menunjukkan betapa rumitnya perjalanan kariernya di Besiktas, di mana berbagai upaya untuk transfer tidak berjalan sesuai harapan. Dalam dunia sepak bola, terkadang keputusan yang sulit harus diambil demi kebaikan semua pihak yang terlibat.
Advertisement
Valencia, meski masih memiliki sisa kontrak satu tahun dengan Castillejo, akhirnya memutuskan untuk mengakhiri kontraknya pada bulan Agustus. Klub telah melakukan negosiasi untuk pemutusan kontrak secara bersama, namun karena tidak adanya kesepakatan antara pihak-pihak yang terlibat, mereka memutuskan untuk memecat pemain berusia 29 tahun tersebut. Tentu saja, Castillejo tidak menerima keputusan ini dengan mudah, karena ia dilaporkan berencana untuk menuntut klub terkait gaji yang belum dibayarkan.
Sumber: Planet Football