5 Fakta Menarik PSV Eindhoven yang jadi Rival Arsenal di 16 Besar Liga Champions: Ada Pemain Keturunan Indonesia
Arsenal bakal bertanding melawan PSV Eindhoven pada babak 16 besar Liga Champions 2024/2025.
Arsenal dijadwalkan bertemu dengan PSV Eindhoven pada babak 16 besar Liga Champions 2024/2025. Pertandingan ini akan berlangsung dalam dua leg, yaitu pada tanggal 4-5 Maret dan 11-12 Maret 2025. Ini merupakan tantangan signifikan bagi Arsenal yang bertekad untuk meraih gelar juara Liga Champions. PSV Eindhoven berhasil melaju ke tahap ini setelah menyingkirkan Juventus dalam pertandingan play-off yang sangat mendebarkan. Kemenangan tersebut membuktikan ketangguhan dan konsistensi PSV di kancah Eropa, dan mereka hadir di London dengan semangat untuk mengejutkan Arsenal.
Jika Arsenal berhasil mengatasi PSV, mereka akan berhadapan dengan pemenang dari duel antara Real Madrid dan Atletico Madrid di perempat final. Hal ini menunjukkan bahwa Arsenal perlu mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi berbagai tantangan yang ada di setiap fase kompetisi. Mikel Arteta, pelatih Arsenal, menyadari bahwa PSV adalah lawan yang tidak boleh dianggap enteng. Tim asal Belanda ini menunjukkan performa yang mengesankan dan memiliki serangan yang harus diwaspadai. Arsenal perlu bermain dengan konsentrasi dan disiplin yang tinggi, terutama karena mereka juga menghadapi masalah cedera dalam skuad.
Pertandingan ini akan menjadi ujian yang krusial bagi kualitas dan mentalitas para pemain Arsenal. Dukungan penuh dari para penggemar sangat diharapkan dapat memberikan motivasi tambahan bagi tim dalam usaha mereka meraih gelar juara Liga Champions di musim ini. Namun, bagi sobat Bola.com yang kurang familiar dengan sejarah tim Belanda tersebut, berikut adalah 5 hal menarik tentang PSV Eindhoven.
Klub Paling Berpengaruh di Belanda
PSV Eindhoven, salah satu klub paling berpengaruh di Belanda, telah berhasil meraih 25 gelar liga serta memenangkan Piala Eropa pada musim 1987/1988 dan Piala UEFA pada musim 1977/1978. Sejak musim 1975/1976, mereka telah berpartisipasi dalam kompetisi Eropa setiap tahun, yang berarti mereka akan menjalani kampanye ke-51 secara berturut-turut. Klub ini didirikan pada tahun 1913 untuk para pekerja di pabrik elektronik Philips yang berada di daerah setempat. Tiga belas tahun setelah didirikan, PSV berhasil naik ke divisi teratas dan telah bertahan di sana hingga saat ini.
Gelar liga pertama mereka diraih pada tahun 1929. Namun, pencapaian lebih lanjut sulit dicapai hingga pertengahan tahun 1970-an ketika manajer Kees Rijvers membawa timnya meraih tiga gelar liga, termasuk satu gelar ganda, serta Piala UEFA dalam empat musim. Pada akhir 1980-an, PSV semakin menunjukkan kualitasnya di bawah asuhan Guus Hiddink, di mana mereka berhasil meraih treble dengan mengalahkan Benfica untuk memenangkan Piala Eropa pada tahun 1988. Ini merupakan salah satu dari enam gelar liga yang diraih oleh pelatih legendaris tersebut selama dua periode kepemimpinannya.
Kesuksesan klub ini berlanjut ke tahun 1990-an di bawah arahan Bobby Robson. Sementara itu, periode emas terakhir bagi PSV terjadi ketika Philip Cocu memimpin tim dan berhasil memenangkan tiga dari empat kejuaraan antara tahun 2015 dan 2018. Dengan berbagai pencapaian dan sejarah yang kaya, PSV Eindhoven tetap menjadi salah satu klub yang paling dihormati dan berprestasi di dunia sepak bola.
Stadion Bersejarah
PSV berkompetisi di Stadion Philips yang mampu menampung 36.500 penonton, menjadikannya sebagai stadion sepak bola terbesar ketiga di Belanda. Sejak didirikan pada tahun 1910, stadion ini telah mengalami renovasi besar terakhir yang selesai pada tahun 2002.
Stadion ini telah menjadi tempat berlangsungnya berbagai pertandingan tim nasional Belanda, termasuk tiga laga pada Euro 2000, di mana salah satunya adalah kekalahan Inggris dengan skor 2-3 melawan Portugal. Selain itu, Stadion Philips juga menjadi saksi bagi final Piala UEFA 2006, di mana Middlesbrough harus menerima kekalahan 4-0 dari Sevilla, serta final Liga Champions Wanita pada musim 2022/2023.
Momentum
PSV Eindhoven berhasil meraih gelar liga pertama mereka dalam enam tahun dengan cara yang sangat mengesankan. Mereka memulai musim dengan mencatatkan 17 kemenangan berturut-turut yang menyamai rekor, dan menjalani serangkaian pertandingan tanpa kekalahan hingga bulan Maret, ketika mereka hanya mengalami satu kekalahan liga dari NEC Breda. Namun, itu adalah satu-satunya rintangan yang mereka hadapi, karena mereka berhasil menyelesaikan musim dengan keunggulan delapan poin atas juara bertahan Feyenoord, sehingga mengamankan gelar ke-25 mereka.
Klub asal Rotterdam tersebut juga mengalami kekalahan dalam pertandingan pembuka Johan Cruyff Shield, tetapi mereka berhasil membalas dendam dengan mengalahkan PSV di Piala Belanda pada babak 16 besar. Sepanjang perjalanan menuju gelar liga, tercipta total 111 gol, di mana penyerang veteran Luuk de Jong menyumbangkan 29 gol, sehingga ia berbagi gelar Sepatu Emas. Ia juga mencetak total 36 gol di semua kompetisi dan meraih penghargaan Pemain Terbaik Liga, sementara winger internasional Belgia yang berbakat, Johan Bakayoko, dinobatkan sebagai Bakat Terbaik Tahun Ini setelah mencetak 14 gol.
Setelah menempati posisi kedua di belakang kami di fase grup Liga Champions, mereka dipasangkan dengan Borussia Dortmund di babak 16 besar. Meskipun berhasil menahan klub Jerman tersebut imbang 1-1 di Eindhoven, harapan mereka harus berakhir setelah mengalami kekalahan 0-2 di Jerman.
Sosok Pelatih
Peter Bosz mengambil alih posisi pelatih PSV Eindhoven dari Ruud van Nistelrooy pada musim panas 2023. Sebelumnya, Bosz dikenal sebagai mantan pemain Waalwijk dan Feyenoord. Prestasi manajerial pertamanya yang signifikan terjadi ketika ia berhasil membawa Heracles promosi ke Eredivisie pada tahun 2005. Selain itu, ia juga sukses memimpin Ajax mencapai final Liga Europa pada tahun 2016, hanya dalam satu musimnya di Amsterdam.
Setelah masa jabatannya di Ajax, Bosz memilih untuk bergabung dengan Borussia Dortmund, namun ia dipecat setelah enam bulan bekerja di klub tersebut. Selanjutnya, ia beralih ke Bayer Leverkusen, di mana ia berhasil mengasah bakat muda Kai Havertz dan membawa timnya meraih tempat di Liga Champions pada tahun 2019. Setelah menghabiskan 18 bulan di Lyon, Bosz kembali ke Belanda dan meraih gelar juara pertamanya dalam karier kepelatihannya pada musim debutnya di Stadion Philips.
Terdapat Pemain Berdarah Indonesia
PSV Eindhoven berhasil mempertahankan semua elemen penting dari tim juara mereka. Setelah menunjukkan performa yang mengesankan saat dipinjamkan pada musim lalu, Sergino Dest dan Malik Tillman secara resmi bergabung dari Barcelona dan Bayern Munich. Selain itu, tim ini semakin diperkuat dengan kedatangan bek tengah Ryan Flamingo yang memiliki darah Indonesia, bek kanan internasional Belanda Rick Karsdorp dari Roma, serta winger veteran Kroasia Ivan Perisic. Selain De Jong dan Bakayoko, ancaman gol tambahan juga muncul dari para pemain internasional Belanda, Noa Lang, dan gelandang serang Guus Til.
Gelandang Maroko Ismael Saibari telah mencetak dua digit gol pada musim ini. Namun, pencetak gol terbanyak mereka, Riccardo Pepi, harus absen untuk sisa musim akibat cedera lutut, sementara rekannya di tim nasional AS, Tillman, baru saja menjalani operasi pergelangan kaki. Penampilan Walter Benitez di bawah mistar gawang selama tiga musim terakhir di Eindhoven membawanya meraih caps pertamanya untuk Argentina tahun lalu. Selain itu, Tyrell Malacia dipinjam dari Manchester United pada bulan Januari. Mantan pemain Arsenal, Lucas Perez, juga bergabung dengan skuad dengan status bebas transfer, meskipun ia tidak dimasukkan dalam daftar pemain untuk Liga Champions.