Gak Cuma Sekolah, Ini Deretan Potret Cinta Kuya Kumpulkan Sampah Untuk Didaur Ulang di Amerika

Siapa sangka, gak cuma soal sekolah di Amerika, Cinta Kuya rupanya juga sering 'mulung' sampah untuk didaur ulang

Ana Safarotin Magfiroh
Oleh Ana Safarotin Magfiroh - Reporter
Gak Cuma Sekolah, Ini Deretan Potret Cinta Kuya Kumpulkan Sampah Untuk Didaur Ulang di Amerika
Gak Cuma Sekolah, Ini Deretan Potret Cinta Kuya Kumpulkan Sampah Untuk Didaur Ulang di Amerika (Merdeka.com)

Di Amerika Serikat, ada larangan membuang sampah sembarangan. Sampah harus dipilah berdasarkan jenisnya seperti sampah makanan, sampah dari pohon, dan rumput.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Cinta menjelaskan bahwa proses daur ulang di Amerika sangat terorganisir saat kami bertemu di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, pada hari Jumat (2/8).

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Cinta Kuya mengungkapkan bahwa di Amerika, ada peraturan yang mengharuskan sampah dibuang di tempat yang sama, seperti sampah makanan dan sampah dari pohon-pohon dipisahkan.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Cinta memanfaatkan program daur ulang untuk mendapatkan uang tambahan dari sampah yang dikumpulkan, sehingga ia bisa memiliki uang jajan lebih banyak.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Walaupun penghasilan yang didapat dari mengumpulkan sampah tidaklah besar, bagi dia jumlah uang yang didapat cukup lumayan untuk disimpan.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Meskipun tidak terlalu banyak, saya sering memiliki banyak teman yang datang dan saya selalu mengambil sampah mereka, termasuk yang bisa didaur ulang, jadi setidaknya sekitar 20 USD, sekitar 400 ribu rupiah, untuk satu kali pengangkutan jika jumlahnya banyak, jika sedikit sekitar 10 hingga 15 USD," jelasnya.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Di samping itu, masyarakat Amerika sering kali meletakkan barang-barang yang tidak terpakai di depan rumah mereka, dan siapa pun dapat mengambilnya. Jika beruntung, Cinta bisa mendapatkan barang yang bagus.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Paparnya bahwa di Amerika, ada orang yang tidak menggunakan barang-barang mereka lagi dan meletakkannya di depan rumah mereka. Barang-barang tersebut dapat diambil secara gratis, bukan dengan cara mencuri atau sejenisnya, karena terdapat tulisan 'free' yang mengizinkan pengambilan barang."

Rekomendasi