11 Potret Tamara Tyasmara Kembali Menangis Saat Lihat Rekaman CCTV Kematian Sang Anak

Tamara Tyasmara dan Angger Dimas kembali diminta melihat rekaman CCTV, reaksinya disorot.

Maya Tyas
Oleh Maya Tyas - Reporter
11 Potret Tamara Tyasmara Kembali Menangis Saat Lihat Rekaman CCTV Kematian Sang Anak
11 Potret Tamara Tyasmara Kembali Menangis Saat Lihat Rekaman CCTV Kematian Sang Anak (Merdeka.com)

Pada sidang ini, terdapat tiga saksi ahli yang dihadirkan, yaitu Dr. Farah Kaurow SPFM, seorang ahli forensik dari RS Polri; Albert C. Sutanto, pelatih renang untuk tim Indonesia serta anggota Pengurus Besar Akuatik Indonesia; dan Hery Priyanto, seorang ahli digital forensik yang berasal dari Polri.


 

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Sidang dibuka dengan pemanggilan Hery Priyanto, seorang ahli digital forensik, yang akan melakukan pemeriksaan terhadap rekaman CCTV yang merupakan bukti penting dalam kasus ini.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Dengan mempertimbangkan signifikansi rekaman CCTV itu, Ketua Majelis Hakim PN Jakarta Timur, Immanuel, memutuskan untuk mengadakan sidang dengan sistem tertutup.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Angger Dimas yang keluar lebih awal dari ruang sidang tidak memberikan banyak komentar setelah video rekaman CCTV mengenai kematian anaknya ditayangkan dalam persidangan.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Rekaman CCTV tersebut tidak boleh dibagikan kepada pihak ketiga, termasuk media.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Angger Dimas menyatakan bahwa ia merasa sangat marah atas tindakan Yudha Arfandi yang diduga telah menenggelamkan Dante di kolam renang.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Ia bahkan menganggap tindakan Yudha Arfandi sebagai sesuatu yang tidak berperikemanusiaan.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Usai menyaksikan rekaman CCTV yang menunjukkan kematian anaknya dalam persidangan, Tamara Tyasmara keluar dari ruang sidang dengan air mata mengalir. Sama seperti Angger Dimas, Tamara juga memilih untuk tidak membocorkan isi rekaman tersebut selama sidang.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Nggak boleh. CCTV emang nggak boleh, karena kan awalnya kita nggak boleh masuk tapi hakimnya tadi ngasih kebijakan biar masuk ke dalem tapi nggak boleh buat umum," kata Tamara Tyasmara.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Iya, liat lagi. Ya, lemes. Lemes banget," tambah Tamara.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Pada awalnya, Tamara menyatakan bahwa ia tidak ingin menonton rekaman CCTV yang merekam momen-momen terakhir kehidupan Dante. Namun, setelah mempertimbangkan pentingnya rekaman tersebut, ia akhirnya memutuskan untuk menyaksikan sendiri video CCTV yang menangkap kematian anaknya di kolam renang.

Rekomendasi