Kelahiran Arjuna Hanyokrokusumo Yudhoyono mengingatkan Agus Harimurti Yudhoyono, atau AHY, pada kenangan 17 tahun yang lalu. Proses persalinan di rumah sakit yang sama membangkitkan nostalgia mendalam akan masa kepemimpinan ayahnya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
AHY teringat betapa sibuknya SBY saat menyambut kelahiran cucu pertamanya, Almira Tunggadewi Yudhoyono, pada 17 Agustus 2008. Pada saat itu, SBY yang masih menjabat sebagai Presiden RI harus membagi fokus antara tanggung jawab negara dan momen berharga dalam keluarga.
"Almira lahir juga di Rumah Sakit Pondok Indah ini, 17 tahun yang lalu, tepat di tanggal 17 Agustus 2008. Tentu hari bersejarah bagi Indonesia, Kemerdekaan," ungkap AHY di RSPI, Jakarta Selatan, pada Senin (30/3).
Di tengah kesibukan yang padat, SBY bersama almarhumah Ani Yudhoyono menyempatkan diri untuk hadir di rumah sakit sebelum upacara kenegaraan. Pengabdian SBY sebagai pemimpin sekaligus sosok kakek sangat berkesan di hati AHY.
"Dan tepat di tanggal 17 Agustus itu, kami menyambut---ketika itu Pak SBY adalah Presiden Republik Indonesia bersama almarhumah Ibu Ani Yudhoyono yang ketika itu adalah Ibu Negara. Masih ingat sekali, pagi-pagi sebelum memimpin upacara peringatan detik-detik Kemerdekaan Republik Indonesia, datang dulu ke Rumah Sakit Pondok Indah ini menjadi saksi proses kelahiran cucu pertama ketika itu, setelah itu buru-buru kembali ke Istana dan memimpin upacara," kenang AHY.
Saat ini, di momen kelahiran cucunya yang berikutnya, SBY kembali mengambil peran penting dengan memberikan nama yang penuh makna dan doa. AHY mencatat bahwa ayahnya memiliki kebijaksanaan yang luar biasa dalam memilih nama untuk Arjuna.
"Hanyokrokusumo ini sebetulnya saya minta nama dari Pak SBY. Beliau tentunya saya anggap jauh lebih memiliki wisdom. Pak SBY ini kebetulan punya garis keturunan pertama dari Majapahit," jelas AHY.
Advertisement
Pak SBY menyampaikan doanya
SBY berharap cucunya dapat mewarisi nilai-nilai patriotisme yang dimiliki oleh para raja besar di Jawa, termasuk Sultan Agung. Nama tersebut diharapkan menjadi pengingat bagi Arjuna untuk senantiasa berjuang demi kepentingan bangsa dan negara.
"Saya melihat Pak SBY dalam doanya menginginkan bahwa cucu beliau bisa mewarisi nilai-nilai baik dari garis Sultan Agung," ungkap Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI.
Dengan harapan tersebut, SBY ingin agar generasi penerusnya memiliki semangat juang yang tinggi dan komitmen terhadap bangsa. Melalui nama yang dipilih, SBY percaya bahwa Arjuna akan selalu ingat untuk mengedepankan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi.
"Saya melihat Pak SBY dalam doanya menginginkan bahwa cucu beliau bisa mewarisi nilai-nilai baik dari garis Sultan Agung," tambah Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI tersebut.
Advertisement
Saya merasa sedikit canggung
Kelahiran Arjuna di tengah kesibukan AHY sebagai pejabat publik membuatnya menyadari adanya perubahan dinamika dibandingkan 17 tahun yang lalu. Ia merasakan rasa canggung ketika berbincang dengan rekan-rekannya di kabinet mengenai kelahiran anak.
"Ini yang lucu juga, kalau ngobrol-ngobrol pada saat sidang kabinet di Istana, suka mendengar para menteri yang lain itu berbicara 'Oh aku baru punya cucu', 'Aku mau nganter cucu sekolah'. Saya agak malu-malu, waduh kalau kita ngomongnya baru mau punya anak lagi begitu," tuturnya.
Hal ini menunjukkan betapa situasi dan pengalaman hidup seseorang dapat berubah seiring dengan waktu dan tanggung jawab yang diemban.
AHY merasakan bahwa perbincangan di kalangan para menteri saat ini sangat berbeda dengan saat ia baru memulai kariernya. Ketika mendengar cerita rekan-rekannya tentang cucu, ia merasa sedikit terasing karena masih dalam proses menambah anggota keluarga.
"Ini yang lucu juga, kalau ngobrol-ngobrol pada saat sidang kabinet di Istana, suka mendengar para menteri yang lain itu berbicara 'Oh aku baru punya cucu', 'Aku mau nganter cucu sekolah'," ujarnya.
Pengalaman ini menggambarkan bagaimana perjalanan hidup seseorang dapat memberikan perspektif baru dalam menghadapi berbagai situasi.
Advertisement
Zaman Terus Beruba
Meskipun zaman terus berubah, dukungan dari keluarga besar Yudhoyono tetap kuat dan penuh kasih dalam menyambut anggota baru. Kehadiran Arjuna menjadi jembatan yang menghubungkan sejarah keluarga, dari masa lalu hingga masa depan.
"Dan kali ini tentu juga tidak kalah spesial bagi keluarga kami," katanya.