Paula Verhoeven merasa sangat sedih dan terpuruk setelah menerima keputusan cerainya dari Baim Wong. Ia merasa tertekan karena beberapa poin dalam putusan tersebut seolah menempatkannya dalam posisi yang sulit.
Hal ini dijelaskan oleh pengacara Paula, Alvon Kurnia Palma, yang menyatakan bahwa keputusan perceraian itu telah membuat emosi kliennya berfluktuasi.
"Ya itu yang jadi ini ya. Pada saat awal-awal memang dia sangat terpukul ya, dia nangis memang," kata Alvon Kurnia Palma di Kawasan Tendean, Jakarta Selatan, dikutip (22/4).
"Tapi memang ini memang menjadi fluktuatif gitu ya perasaannya. Biar kita saya cek lagi gitu ya bagaimana kondisinya. Dia mudah-mudahan kuat," tambahnya.
Advertisement
Paula Punya Batasan
Alvon percaya Paula mampu menghadapi tantangan yang dihadapinya saat ini. Namun, ia juga menyadari setiap individu memiliki kelemahan ketika berhadapan dengan keadaan yang sulit.
"Saya yakin dia orang yang kuat. Tetapi ya sekuat-kuat orang kalau misalnya didera dengan begini, gimana ya," kata Alvon.
Advertisement
Paula Mengalami Tekanan di Media Sosial
Alvon menyampaikan Paula mengalami tekanan yang signifikan di dunia maya. Hal ini terutama terjadi setelah keputusan perceraian yang menyatakan bahwa dia terbukti bersalah karena berselingkuh.
"Intinya kan ini ada tekanan besar gitu kan kepada dia sekarang di sosmed gitu kan. Nah itu yang perlu di ini kan lah ya, diperbaiki lah," jelasnya.
Advertisement
Mengunjungi KY
Paula merasa ada kejanggalan dalam putusan yang diterimanya, sehingga ia memutuskan untuk mengunjungi Komisi Yudisial. Ia melaporkan hakim yang menangani kasusnya karena diduga telah melanggar kode etik yang berlaku.
"Nah ini menurut saya menjadi suatu hal yang perlu di apa ya bisa dikatakan perlu disupport lah dia. Apalagi ini kan sangat rentan ya," kata Paula.