Aktor Glenn Alinskie baru-baru ini membagikan pengalaman pribadinya mengenai kondisi medis yang dideritanya, yaitu hipertrofi turbinat, melalui akun Instagram resminya. Ia menceritakan bagaimana kondisi ini telah mempengaruhi kehidupannya, terutama dalam hal pernapasan, yang membuatnya memutuskan untuk menjalani operasi. Operasi tersebut dilakukan dengan teknik minimal invasif menggunakan laser yang dikenal sebagai reduksi konka, dan Glenn menyatakan bahwa hasilnya sangat memuaskan.
Dalam unggahannya, Glenn Alinskie mengabarkan bahwa prosedur operasinya berlangsung dengan baik. Ia mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan operasi tersebut dan mengucapkan terima kasih kepada tim medis yang terlibat, termasuk dr. Ricky Yue (spesialis THT) dan dr. Margaretha (dokter penyakit dalam). Selain itu, Glenn juga memberikan penghargaan khusus kepada istrinya, Chelsea Olivia, yang setia mendampinginya selama proses perawatan.
Dukungan dan cinta yang ditunjukkan oleh pasangan ini telah menginspirasi banyak penggemar untuk memberikan komentar positif, menjadikan mereka sebagai teladan pasangan selebriti yang harmonis. Berikut informasi selengkapnya sebagaimana dihimpun Merdeka.com dari berbagai sumber pada Jumat (24/1):
Advertisement
1. Gangguan Pernapasan yang Dialami Glenn Alinskie
Glenn Alinskie menyatakan bahwa ia telah lama menderita hipertrofi turbinat, yaitu pembengkakan pada konka hidung yang menghambat aliran udara. Kondisi ini membuatnya mengalami berbagai masalah seperti kesulitan bernapas melalui hidung, perubahan pada indra penciuman, serta mulut kering saat bangun tidur, dan sering mendengkur. Di samping itu, Glenn juga merasakan tekanan yang signifikan di area dahi, mengalami hidung tersumbat secara kronis, dan sering kali mengalami pilek yang berkepanjangan.
Advertisement
2. Prosedur Operasi Minimal Invasif dengan Laser
Glenn menyatakan bahwa penanganan hipertrofi turbinat dilakukan melalui teknik reduksi konka, yang merupakan prosedur minimal invasif menggunakan laser. Operasi ini secara efektif mengurangi pembengkakan pada konka hidung, sehingga aliran udara dapat mengalir dengan lancar. Prosedur ini berhasil dilakukan oleh tim medis di RSPI Puri Indah.
Advertisement
3. Hasil Operasi yang Signifikan
Setelah menjalani prosedur, Glenn merasakan perubahan yang sangat jelas dalam aliran udara di hidungnya. Kini, udara segar dapat mengalir dengan mudah, dan untuk pertama kalinya dalam waktu yang cukup lama, Glenn tidak lagi mendengkur saat tidur. "Udara segar mengalir bebas melalui hidung saya!! Dan untuk pertama kalinya, tadi malam, @chelseaoliviaa mengatakan saya tidak mendengkur saat tidur," tulis Glenn dalam unggahannya.
Advertisement
4. Dukungan Penuh dari Chelsea Olivia
Chelsea Olivia menunjukkan peran pentingnya sebagai pendamping setia selama masa pemulihan Glenn. Dalam unggahan Instagram-nya, Chelsea berbagi cerita emosional bagaimana ia merawat suaminya di rumah sakit. Ia menulis, "Sebulan ini udah 2x menempati kamar yang sama. Ini terakhir, ya, sayang, kita ke sini."
Advertisement
5. Pesan Glenn untuk Netizen
Glenn menyarankan kepada siapa saja yang mengalami gejala serupa untuk melakukan riset terkait hipertrofi turbinat. Ia berharap pengalaman pribadinya dapat menjadi inspirasi bagi orang lain. "Jadi bagi Anda yang merasakan dan mengalami apa yang saya alami, atau mengenal seseorang yang mengalaminya, mungkin lakukan riset tentang ini," tutup Glenn dalam unggahannya.
Advertisement
6. Apa itu hipertrofi turbinat?
Hipertrofi turbinat adalah pembengkakan pada konka hidung yang dapat menghalangi aliran udara dan menyebabkan kesulitan bernapas.
Advertisement
7. Bagaimana operasi reduksi konka dilakukan?
Operasi reduksi konka dilakukan menggunakan teknik minimal invasif dengan laser untuk mengecilkan konka yang bengkak. Dalam beberapa kasus, pengobatan konservatif seperti obat semprot hidung dapat membantu, tetapi operasi sering diperlukan untuk kasus yang parah.