Apa yang Dimaksud dengan Kata Baku? Ini Penjelasan dan Contoh Lengkapnya

Kata baku merupakan kata yang bersumber pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan sesuai dengan ejaan yang disempurnakan.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Apa yang Dimaksud dengan Kata Baku? Ini Penjelasan dan Contoh Lengkapnya
Ilustrasi menulis. ©2015 Picjumbo/Victor Hanacek

Kata baku merupakan kata yang bersumber pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan sesuai dengan ejaan yang disempurnakan. Penggunaan kata baku biasanya untuk penulisan formal seperti naskah pidato, dokumen resmi, buku pelajaran, berita, acara formal, dan maih banyak lagi.

Kata baku haruslah menjadi pengetahuan penting yang wajib dikuasai terutama bagi seorang penulis. Namun masih saja banyak yang terdapat kesalahan ketika menggunakan kata baku. Baik ketika menulis ataupun berkomunikasi secara langsung.

Untuk itu, Merdeka.com telah merangkum pengertian serta contoh penggunaan kata baku.

Pengertian Kata Baku
Apa itu kata baku yaitu kata yang digunakan sesuai dengan kaidah atau aturan dalam bahasa Indonesia. Kata baku sendiri merupakan kata yang terdapat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Dalam kamus tersebut, kalian akan tahu mana kata baku dan tidak baku. Dalam penggunaan pun kata baku harus sesuai dengan aturan pedoman bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Aturan tersebut bisa kalian lihat pada Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). KBBI dan PUEBI sebagai pedoman dalam berbahasa Indonesia yang baik dan benar pun sekarang sudah hadir dalam bentuk yang lebih praktis, yakni aplikasi dan situs web.

Sementara itu, apa yang dimaksud dengan kata tidak baku? Kebalikan dari penjelasan sebelumnya, kata tidak baku merupakan kata yang dalam penggunaan tidak sesuai dengan aturan dan kaidah bahasa Indonesia yang sudah ditetapkan. Suatu kata bisa dikatakan tidak baku jika penulisannya tidak sesuai pedoman, penulisan yang salah, hingga susunan kalimat yang tidak sesuai kaidah. Kata tidak baku biasanya banyak ditemukan dalam percakapan sehari-hari yang terkesan lebih santai.

Fungsi Pembakuan

1. Sebagai pemersatu bagi seluruh bangsa Indonesia dengan menjadi satu bahasa nasional, bahasa negara, dan bahasa resmi.

2. Sebagai penanda kepribadian bangsa yang beradab saat dipergunakan dalam pergaulan dengan bangsa asing.

3. Sebagai penambahan kewibawaan, jika masyarakat mampu berbahasa Indonesia dengan baik dan benar dalam pergaulan internasional, kewibawaan bahasa Indonesia juga akan meningkat.

4. Sebagai kerangka acuan (frame of reference) yang disepakati secara umum tentang tepat atau tidaknya pemakaian bahasa di dalam situasi tertentu.

Ciri-Ciri Kata Baku

1. Tidak dipengaruhi bahasa daerah tertentu.

2. Tidak dipengaruhi bahasa asing.

3. Pemakaian imbuhan pada kata bersifat eksplisit.

4. Pemakaian kata sesuai dengan konteks kalimat.

5. Kata baku bukan kata rancu.

7. Kata baku tidak mengandung hiperkorek.

8. Tidak mengandung pleonasme.

Ciri-Ciri Kata Tidak Baku

1. Umumnya digunakan dalam bahasa sehari-hari.

2. Dipengaruhi bahasa daerah dan bahasa asing tertentu.

3. Dipengaruhi dengan perkembangan zaman.

4. Bentuknya dapat berubah-ubah.

5. Memiliki arti yang sama, meski terlihat beda dengan bahasa baku.

Contoh Kata Baku dan Tidak Baku

1. Abjad (kata baku) - Abjat (kata tidak baku)

2. Akhirat - Akherat

3. Aksesori - Asesoris

4. Aktif - Aktip

5. Akuarium - Aquarium

6. Aluminium - Almunium

7. Ambulans - Ambulan

8. Analisis - Analisa

9. Antena - Antene

10. Antre - Antri

11. Anugerah - Anugrah

12. Azan - Adzan

13. Afdal - Afdol

14. Agamais - Agamis

15. Ajek - Ajeg

16. Adjektif - Ajektifaktivitas

17. Aktifitasaktual - Aktuil

18. Balsam - Balsem

19. Batalion - Batalyon

20. Baterai - Batere

21. Baka - Baqa

22. Barzakh - Barzah

23. Batalion - Batalyon

24. Batil - athil

25. Bazar - Bazaar

26. Becermin - Bercermin

27 Besok - Esok

28. Blanko - Blangko

29. Boks - Bok

30. Bosan - Bosen

31. Bus - Bis

32. Cabai - Cabe

33. Capai - Capek

34. Cedera - Cidera

35. Cendekiawan - Cendikiawan

36. Cengkih - Cengkeh

37. Cinderamata - Cenderamata

38. Cokelat - Coklat

39. Daftar - Daptar

40. Derajat - Derajad

41. Desain - Desaign

42. Detail - Detil

43. Detergen - Deterjen

44. Diagnosis - Diagnosa

45. Durian - Duren

46. Efektif - Efektip

47. Efektivitas - Efektifitas

48. Ekosistem - Ekosistim

49. Ekspor - Eksport

50. Ekstra - Extra

 

 

 

 

Reporter Magang: Vanya Vinkan Diamanti

 

 

 

 

 

 

Rekomendasi