Terungkap Sosok "Menua Bersama NOAH" di Video Klip Yang Terdalam

ada cerita menarik dari sosok Joharry yang muncul dalam video klip NOAH.

Endang Saputra
Oleh Endang Saputra - Reporter
Terungkap Sosok "Menua Bersama NOAH" di Video Klip Yang Terdalam
Pria di video klip Yang Terdalam. ©Youtube/NOAH OFFICIAL-Musica Studios

Belakangan viral sosok pria dalam video klip NOAH"Yang Terdalam" yang dirilis akhir Desember 2021. Nama pria itu Joharry.

Joharry pertama kali muncul di video klip "Yang Terdalam" pada 2003 saat band Noah masih bernama Peterpan. 19 Tahun kemudian NOAHmerilis ulang atau remake video klip, sosok Joharry kembali muncul. Sampai netizen menyebut: Menua bersama Noah.

Ternyata ada cerita menarik dari sosok Joharry yang muncul dalam video klip NOAH. Joharry adalah pemilik Toko Jaya di kawasan Jalan Sabang, Jakarta Pusat. Toko itu menawarkan jasa bikin kunci dan kelontong.

Pada awalnya, Joharry mengaku, kemunculannya dalam kedua video klip "Yang Terdalam" tersebut adalah ketidaksengajaan. Awalnya ia tidak tahu jika ada syuting video klip. Termasuk kemunculannya di video klip kedua, juga sama.

"Enggak diajak, (saya muncul) pas kebenaran saya dari dalam ke luar. Saya lihat ramai-ramai ada apa, eh, saya lihat ada yang syuting, gitu. Pas benar syuting, terus saya lihatin," kata Joharry kepada merdeka.com.

Pernyataan Joharry dibenarkan Ariel. Melalui Instastory-nya pada Minggu (19/12) lalu, dia menuliskan, "Kebetulan kalau yang itu," katanya.

Belakangan, ungkap Joharry, beberapa orang temannya mengetahui jika syuting yang dilakukan itu untuk video klip. "Karena enggak semua pada melihat di YouTube," kata Joharry.

Dia menjelaskan, saat terjadi proses syuting Jalan Sabang ramai karena banyak orang melihat. Ia juga penasaran dan ingin melihat proses syuting. "Ada syuting kayak syuting film, gitu," ujarnya.

"Perasaan saya, biasa-biasa saja habis tidak ada niat dimasukin, gitu. Kebenaran saja masuk di video klip, alhamdulillah," imbuhnya.

Joharry sendiri sudah lama tinggal di Jalan Sabang, Jakarta. Ia bekerja di Toko Jaya adalah meneruskan bisnis orangtuanya. Sekarang, usia Joharry sudah tidak lagi muda. "Kadang-kadang anak saya yang bantu. Ini toko turun temurun dari keluarga," katanya.

"Saat pandemi (pendapatan) agak kurang, apalagi pada tahun 2020. Nah, itu anjlok benar," ungkapnya.

Meski demikian, Joharry tetap merasa bersyukur. Yang terpenting baginya, penghasilan yang didapatkan bisa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Untuk sehari-sehari sudah cukup, kita syukuri saja," katanya.

Rekomendasi