Tahun lalu, Uki memutuskan untuk keluar dari band Noah karena memilih untuk fokus mendalami agama dengan jalan hijrah. Jauh sebelumnya, pada Januari 2015 silam, Reza telah lebih dulu memutuskan untuk hengkang dari band yang telah membesarkan namanya itu. Alasannya sama, yakni hijrah.
Dalam video di saluran YouTube Ruangkreasi TV dengan tajuk 'Reza x Noah Jujur Biarlah Semua Itu Menjadi Pelajaran' yang tayang pada 26 November 2020 lalu, Reza menceritakan tentang alasannya keluar dari Noah dan memilih jalan hijrah. Sebenarnya hal tersebut bermula dari tahun 2011.
Saat Ariel tengah mendekam di balik jeruji besi dan memaksa Noah untuk beristirahat, Reza sebenarnya sudah hijrah. Namun, saat itu dirinya masih harus menyelesaikan 'utang' bersama dengan Noah. Maka dari itu, ia belum bisa meninggalkan Ariel dan kawan-kawan begitu saja.
Advertisement
Tahun 2011 Sudah Hijrah
Yang membuat Reza lebih mengenal agama dan memilih untuk mendalaminya adalah rekan satu bandnya sendiri yakni Lukman. Mereka kerap bersilaturahmi dan berbincang mengenai agama. Rupanya, hal tersebut membuat Reza suka hingga akhirnya jatuh cinta dan ingin semakin fokus mendalami agama.
"Jadi gini, 2011 sebenarnya saya sudah hijrah. Itu penyebabnya Lukman (Noah), teman saya lagi Abel, teman saya lagi Sakti Sheila On 7. Nah, akhirnya ketemu silaturahmi segala macem termasuk Dery Sulaiman itu, ngajak ngobrol. Jadi gini, memang lagi kondisi musik lagi diem saat itu 2010-2011," terang Reza.
"Datang orang-orang semacam itu silaturahmi dan mengenalkan itu (agama) kepada saya dan akhirnya saya suka, coba, enak, keterusan. Nah, saya udah mulai di dunia lain, dunia lain tuh temen-temennya udah beda. Udah ada waktu itu di agama, termasuk dedengkotnya Kang Gito Rolis," sambungnya.
Advertisement
Kembali ke Band
Di tahun 2011 mendalami agama dan memutuskan untuk hijrah, Reza nyatanya harus kembali disibukkan dengan serangkaian kegiatan tur Noah karena Ariel telah bebas dari penjara. Selama dua tahun penuh, Reza ikut rangkaian tur Noah yang jadwalnya sangat padat.
"Tahun 2012 saya harus balik lagi ke band karena vokalis sudah keluar, lanjut terus tur udah nama baru aja, udah Noah. Waktu itu masih ada sisa empat lagu lagi yang belum dikerjain. Jalan rekaman jadilah satu album, saya udah jauh lagi ke temen-temen saya yang lama yang hijrah," jelasnya.
"Sibuk waktunya sangat susah, Noah ini lebih ribet, lebih spesial dari Peterpan. Karena ibaratnya gini, jadi dua tahun hampir tiga tahun vakum, otomatis butuh promosi lagi buat ngangkat si nama baru, ya materi baru kan. Jadi dua tahun tur gak pernah putus dari launching itu," lanjut lelaki asal Bandung itu.
Advertisement
2015 Sudah Mantap Keluar
Di tahun 2015, Reza sudah mantap untuk hengkang dari Noah. Namun, sebelum hengkang ia sempat bingung mengutarakan alasannya kepada para personel dan pihak label. Soalnya, kala itu ia merasa bahwa alasan hijrah untuk keluar dari Noah masih dianggap kurang tepat.
"Keluar 2015, sebenarnya saya udah gak mau nyemplung karena udah punya mainan baru, tapi jangan karena masih ada kontrak. Saya bilang mungkin saya gak akan lama, ternyata diijabah tuh. Dua tahun lebih selesai itu dan mau masuk ke setahun berikutnya, saya bilang kayaknya saya harus resign," jelas Reza.
"Masalah hijrah dan sebenarnya kurang masuk akal kalau alasannya itu. Kalau alasannya saya capek oke, jenuh oke tapi alasannya memang itu (hijrah). Posisi agama itu memang susah. Hal yang baru dan kita sebelumnya gak begitu dengar agama," sambungnya.
Advertisement
Jenuh
Keputusan Reza untuk hengkang dari Noah juga karena dirinya merasa jenuh dan bosan. Soalnya, ia sudah cukup lama terjun ke dunia musik dan memiliki jadwal yang sangat padat dengan Noah
"Lanjut, setelah saya hijrah. Memang akumulasi sih, bosen, jenuh, dulu oke pas masih muda happy-happy. Hidup terus kayak gini enak tapi ada masanya. Mungkin band ini dipacu dari awal terus istirahat bentar, naik lagi, terus. Jadi bekerja terus sampai itu yang paling top sebenarnya, paling oke zamannya Noah," kata Reza.
"Kalau Peterpan masa mudanya kita lah. Menikmati semuanya itu di Noah karena semuanya diurus sama label. Jadi kita tahu duduk semua dilayani. Enak sebenernya tapi tiba-tiba ada yang kayak gitu, jenuh," sambung Reza.