Fokus Mendalami Ilmu Agama, Baim Cilik Jago Mengaji dan juga Hafal Alquran

Masih ingat dengan jargon "Maafin Aim, ya, Allah?" Bermain di sebuah sinetron, Baim cilik tampil menggemaskan dan disukai banyak penonton.

Endang Saputra
Oleh Endang Saputra - Reporter
Fokus Mendalami Ilmu Agama, Baim Cilik Jago Mengaji dan juga Hafal Alquran
Baim Cilik. Baim Cilik ©2020 Merdeka.com/YouTube TRANS7 Lifestyle

Masih ingat dengan jargon "Maafin Aim, ya, Allah?" Bermain di sebuah sinetron, Baim cilik tampil menggemaskan dan disukai banyak penonton.

Pamor yang melambung tinggi dan digadang-gadang sebagai bintang cilik yang paling potensial. Namun, Baim menghilang dari hingar bingar panggung hiburan saat sedang tenar-tenarnya.

Baim kini mulai tampan di usianya yang beranjak remaja. Keseharian laki-laki berdarah arab ini berubah total. Tidak ada lagi sorot kamera dan teriakan sutradara saat syuting karena sedang menuntut ilmu di pondok pesantren (ponpes).

Berikut aktivitas pemilik nama lengkap Ibrahim Khalil Alkatiri itu di Pondok Pesantren Ma'had Darul Qur'an Madaqu, Malang, Jawa Timur.

Memasuki usia 15 tahun, Baim memutuskan dengan langkah penting dalam kehidupannya. Dia tinggalkan gemerlap dunia hiburan dengan menyepi di sebuah pondok pesantren. Hampir sudah dua tahun terakhir, fokus mendalami ilmu agama dan berikhtiar menjadi seorang hafiz.

"Saya lagi (di) ruang utama pondok, biasanya tempat pengajian. Sebelum mengaji, kita zikir dulu. Kebetulan sekarang lagi zikir bareng sebelum ngaji. Di sini ada kamar, ada tempat makan, dan dapur ada jemuran," kata Baim.
seperti dikutip dari kanal YouTube TRANS7 Lifestyle.

"Ini ruangan makan, biasanya dan biasanya baju-baju santri digantung di sini, diganti terus digantung di sini," sambungnya.

Dirinya kemudian menunjukkan lemari santri, di mana setiap orang memiliki satu loker. Lalu menuju kamar mandi dan tempat berwudu.

Setelah menunjukkan ruangan serta aktivitas rutin sebagai santri, pemain belasan sinetron itu bergabung dengan teman-temannya untuk mulai belajar. Seperti apa sosoknya saat di dalam kelas? Benarkah sudah berubah menjadi anak penurut?

"Namanya juga anak kecil, ya, wajar kalau nakal, tetapi (Baim) tidak terlalu nakal kayak anak-anak yang kurang terpelajar. Alhamdulillah karena di pondok terjaga, jadi tidak terlalu nakal," ucap Ustaz Irfan, salah satu pendidik Baim di Ponpes Ma'had Darul Qur'an Madaqu.

Dirinya menambahkan, hafalan ayat suci Baim tidak terlalu buruk karena bisa berbahasa Arab.

"Karena masih muda, masih anak kecil, kan, jadi agak males dikitlah. Nah, itu yang bikin lancar hafalannya kurang, tetapi insyaallah, bagus karena dia bisa bahasa Arab. Jadi, karena kekurangan hafalannya bisa ditutup dengan bahasanya," Ustaz Irfan.

Sementara itu, seorang santri Ponpes Ma'had Darul Qur'an Madaqu, Abdullah bin Mansur Abdul Tolib, mengungkapkan, Baim merupakan seorang yang humoris dan suka bergaul dengan teman-temannya.

"Kalau teman sekamar bangunnya suka telat, buat Baim lebih rajin lagi, lebih giat lagi. Sungguh-sungguh lagi dalam belajar," ujarnya. Abdullah telah berkawan dengan Baim sejak empat bulan silam.

Sedangkan menurut pengajar sekaligus Pembina Ponpes Ma'had Darul Qur'an Madaqu, Ustaz Muhamad Suhaib, Baim tergolong anak baik. Bahkan, salut dengan langkahnya meninggal dunia keartisan.

"Saya salut dia bisa meninggalkan kehidupan dia yang glamor. Bahasa kasarnya, (menjadi) hidup di pesantren bersama kawan-kawannya. Masyaallah," kata dia.

"Di samping Baim orangnya pemalu, cuma dalam bergaul dia pandai bergaul cuma pemalu saja. Low profile, gitu," tutup dia.

Rekomendasi