Pengakuan Mengejutkan Hamdan Ballal Sutradara Palestina Usai Dibebaskan Tentara Israel, Dibully Gara-Gara Karyanya Raih Piala Oscar 2025
Ketika Hamdan Ballal dibebaskan, ia terlihat mengenakan pakaian yang berlumuran darah dan menutupi wajahnya yang penuh luka memar dengan tangan.
Hamdan Ballal, yang dikenal sebagai sutradara film dokumenter No Other Land, akhirnya dibebaskan setelah ditangkap Israel. Menurut laporan dari BBC, ia dibebaskan pada Selasa (25/3) setelah hampir 24 jam ditahan.
Saat keluar, ia terlihat mengenakan baju yang bernoda darah dan menutupi wajahnya yang mengalami luka memar. Sebelum pembebasannya, sutradara dan aktivis Palestina ini sempat memberikan keterangan kepada wartawan yang menunggu di luar mengenai pengalaman pahit yang ia alami.
"Mereka menyerang rumahku," ungkapnya, sebagaimana dilaporkan AP, dikutip Kamis (27/3)
Tak hanya itu Hamdan juga dipukuli hingga mendapat ancaman dengan senjata tajam.
"(Mereka) memukuliku dan mengancamku dengan pistol," kata Hamda.
Selain itu, dia juga dipaksa tidur di bawah AC yang membuatnya menggigil, matanya ditutup dan para tentara menertawakan statusnya sebagai pemenang Piala Oscar.
Media BBC juga melakukan investigasi di lingkungan tempat tinggal Hamdan yang terletak di tepi Susya, wilayah selatan Tepi Barat yang diduduki Israel. Di sana, mereka menemukan sebuah mobil keluarga berwarna abu-abu yang terparkir dengan kondisi ban kempes dan sobek, serta jendela yang pecah dan wiper yang robek.
Semua ini menunjukkan betapa gentingnya situasi yang terjadi pada malam Senin lalu. Kejadian ini menjadi sorotan banyak pihak, menyoroti kondisi sulit yang dihadapi oleh warga Palestina, terutama para aktivis yang berjuang untuk hak-hak mereka.
Pengakuan Sutradara Basel Adra
Basel Adra, seorang rekan Hamdan Ballal yang juga merupakan saksi dari kerusuhan yang terjadi pada hari Senin lalu, menceritakan pengalamannya. Ia menyaksikan sekitar 15 warga Israel merusak berbagai properti seperti rumah, mobil, dan tangki air, serta melemparkan batu kepada siapa saja yang berada di dekatnya.
"Sungguh berbahaya. Aku takut akan keselamatanku dan mulai memberi tahu orang-orang untuk lari. Kami berlari ke arah yang berbeda," ungkapnya.
Basel menjelaskan Hamdan sebenarnya telah mengunci dirinya di dalam rumah. Namun, karena ia mengalami luka dan membutuhkan pertolongan medis, Hamdan memanggil bantuan. Sayangnya, tindakan tersebut berujung pada penangkapannya.
Pembelaan Israel
Menurut Pasukan Pertahanan Israel (IDF), kerusuhan yang terjadi dipicu oleh tindakan sejumlah teroris yang melemparkan batu kepada warga Israel, sehingga merusak kendaraan mereka. Akibatnya, kerusuhan pun meletus, dan terjadi saling lempar batu antara warga Palestina dan Israel.
Namun, pernyataan tersebut mendapat bantahan dari aktivis asal Amerika, Josh Kimelman, yang berasal dari Centre for Jewish Non-Violence.
Klasifikasi Aktivis Amerika Serikat
"Menurut informasi yang saya terima, sejumlah penggembala Palestina mengalami gangguan dari para pemukim, dan sekelompok warga mulai menyerang rumah-rumah di daerah ini," ungkap Josh Kimelman.
Dia menambahkan dirinya dan teman-teman dalam kelompoknya turut menjadi sasaran serangan.
"Satu orang memulai tindakan tersebut, dan kemudian sekitar 15 hingga 20 pemukim bertopeng ikut menyerang. Mereka memukul wajah dan leher seorang teman saya, serta menggunakan tongkat untuk menyerang yang lain. Selain itu, mereka juga melemparkan batu ke arah mobil kami," jelasnya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5145968/original/032067600_1740743529-250228_INFOGRAFIS_HL_PBB_PESIMISTIS_KANS_SOLUSI_2_NEGARA_ISRAEL-PALESTINA_SEMAKIN_TIPISS_p_02.jpg)