Kronologi Kirana Larasati Jadi Korban Penipuan IMEI Lewat Google, Uang Rp6 Juta Lenyap Seketika

Aktris Kirana Larasati melaporkan kasus penipuan online dengan kerugian Rp 6.590.000 terkait pendaftaran IMEI iPhone melalui Google.

Astri Agustina
Oleh Astri Agustina - Reporter
Kronologi Kirana Larasati Jadi Korban Penipuan IMEI Lewat Google, Uang Rp6 Juta Lenyap Seketika
Kronologi Kirana Larasati Jadi Korban Penipuan IMEI Lewat Google, Uang Rp6 Juta Lenyap Seketika (Merdeka.com)

Aktris Kirana Larasati menjadi korban penipuan online dengan kerugian mencapai Rp 6.590.000. Kejadian ini bermula ketika Kirana mencari informasi mengenai pendaftaran IMEI iPhone miliknya di Google pada Rabu, 7 Mei 2025. Ia kemudian menghubungi seseorang melalui WhatsApp yang mengaku dapat membantu proses pendaftaran tersebut. Penipuan ini terjadi di Jakarta Selatan dan dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Selatan pada pukul 18.50 WIB, dengan nomor register laporan 155.

Modus penipuan yang dialami Kirana cukup rapi. Pelaku meyakinkan Kirana untuk melakukan pembayaran melalui QRIS dalam dua tahap. Pembayaran pertama disebut sebagai biaya pendaftaran, sementara pembayaran kedua diklaim sebagai biaya validasi. Pelaku menjamin tidak akan ada biaya tambahan lagi. Namun, setelah Kirana melakukan kedua pembayaran tersebut, total saldo yang berkurang dari rekeningnya mencapai Rp 6.590.000. Kirana baru menyadari telah menjadi korban penipuan setelah melihat saldo rekeningnya berkurang secara signifikan.

Meskipun telah melaporkan kasus ini ke pihak berwajib, Kirana mengaku pesimis uangnya akan kembali. Tujuan utama pelaporan tersebut lebih kepada upaya memberikan efek jera kepada pelaku penipuan agar tidak kembali melakukan tindakan serupa. Hingga saat ini, Kirana belum menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak kepolisian, karena proses pencarian bukti masih berlangsung.

Kronologi Penipuan IMEI Kirana Larasati

Berikut kronologi penipuan yang dialami Kirana Larasati: Kirana mencari informasi pendaftaran IMEI iPhone di Google. Ia kemudian dihubungi oleh pelaku melalui WhatsApp. Pelaku meyakinkan Kirana untuk melakukan dua kali pembayaran melalui QRIS dengan dalih biaya pendaftaran dan validasi. Setelah melakukan pembayaran, Kirana menyadari telah menjadi korban penipuan karena saldo rekeningnya berkurang sebesar Rp 6.590.000. Kirana kemudian melaporkan kejadian ini ke Polres Metro Jakarta Selatan.

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam melakukan transaksi online, terutama yang berkaitan dengan informasi yang diperoleh dari internet. Verifikasi identitas dan kredibilitas pihak yang menawarkan jasa online sangat penting untuk mencegah terjadinya penipuan serupa. Jangan mudah percaya dengan iming-iming kemudahan dan jaminan tanpa biaya tambahan.

Imbauan Kepolisian Terkait Penipuan Online

Kompol Murodih, Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, menghimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dan waspada terhadap modus penipuan online. Proses penyelidikan kasus Kirana Larasati masih berlangsung dan polisi berkomitmen untuk mengungkap kasus ini hingga tuntas. Polisi juga akan terus meningkatkan upaya pencegahan dan sosialisasi kepada masyarakat untuk menghindari menjadi korban penipuan online.

Langkah-langkah pencegahan yang disarankan antara lain, verifikasi informasi dari berbagai sumber sebelum melakukan transaksi. Jangan mudah percaya dengan iming-iming yang terlalu bagus. Laporkan setiap transaksi mencurigakan kepada pihak berwajib. Gunakan aplikasi dan situs resmi untuk pendaftaran IMEI.

Kasus Kirana Larasati ini diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi masyarakat untuk lebih waspada dan berhati-hati dalam melakukan transaksi online. Pentingnya verifikasi dan konfirmasi sebelum melakukan pembayaran sangat penting untuk menghindari kerugian yang tidak diinginkan.

Rekomendasi