Kondisi Terkini Bang Madit Usai Dirawat Akibat Gula Darah Tinggi, Akui Dapat Pelajaran Berharga

Bang Madit saat ini lebih waspada dalam merawat kesehatannya.

Aditia Saputra
Oleh Aditia Saputra - Reporter
Kondisi Terkini Bang Madit Usai Dirawat Akibat Gula Darah Tinggi, Akui Dapat Pelajaran Berharga
Bang Madit saat ditemui di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (27/3/2025). (© 2025 Liputan6.com)

Pesinetron Ramdhani Qubil AJ, yang lebih dikenal dengan sebutan Bang Madit, baru-baru ini dilarikan ke rumah sakit karena kadar gula darahnya melonjak hingga mencapai 600 mg/dL. Setelah mendapatkan perawatan intensif, kondisi kesehatan Qubil perlahan mulai membaik.

Bang Madit bahkan telah bisa menghadiri acara yang diselenggarakan oleh Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) 56. Ia juga mengungkapkan bahwa kadar gula darahnya kini sudah tidak setinggi sebelumnya.

"Alhamdulillah sekarang fluktuatif, dicek terakhir hampir di bawah 200, terakhir 180. Bahkan pernah di bawah 100," ucap Qubil saat ditemui di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, pada Kamis (27/3/2025).

Pengalaman menjalani perawatan di rumah sakit membuat Qubil lebih waspada dalam menjaga kesehatan. Ia kini lebih disiplin dalam mengatur pola makan serta menerapkan gaya hidup sehat.

"Memang sudah lebih protektif, dapat banyak wejangan dari dokter. Saat itu sempat tidak puasa dulu, tapi setelah tiga hari sekarang sudah bisa puasa lagi," jelasnya.

Selama enam puluh tahun hidupnya, Qubil menyatakan bahwa ia hampir tidak pernah menghadapi situasi yang memaksanya untuk mendapatkan perawatan medis yang serius. Namun, pengalaman kali ini memberinya pelajaran yang sangat berharga. "Sekalinya masuk rumah sakit, langsung dirawat. Ini jadi hikmah luar biasa," ungkap Qubil.

Dalam perjalanan hidupnya, Qubil tidak pernah membayangkan akan membutuhkan perawatan medis yang intensif. Namun, keadaan ini mengajarkan ia arti penting kesehatan. "Sekalinya masuk rumah sakit, langsung dirawat. Ini jadi hikmah luar biasa," jelasnya, menekankan betapa berharganya pengalaman tersebut.

Qubil menyadari bahwa gaya hidupnya selama ini tidak sehat. Ia mengakui bahwa pola makannya seringkali tidak teratur, terutama akibat kesibukannya di industri hiburan. "Dulu pola makan dan pola hidup agak jorok, tidur tidak beraturan. Kadang pulang jam 2-3 pagi, menjelang subuh baru makan mie instan, minumnya teh manis," ucapnya. Hal ini membuatnya berpikir untuk mengubah kebiasaan agar lebih baik di masa depan. Kini, ia bertekad untuk menjalani hidup yang lebih sehat dengan memperhatikan asupan makanan dan waktu tidur yang lebih teratur.

Bang Madit merasakan bahwa kebiasaan buruknya mungkin menjadi faktor utama yang menyebabkan lonjakan kadar gula darahnya secara signifikan. Ia menduga, "Mungkin ada penumpukan penyakit selama bertahun-tahun, dan akhirnya meledak di hari kelima bulan puasa," yang menunjukkan bahwa masalah kesehatan yang dialaminya tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan merupakan akumulasi dari pola hidup yang kurang sehat.

Dalam pandangannya, perubahan drastis pada kadar gula darahnya tidak hanya disebabkan oleh satu faktor, tetapi juga oleh gaya hidup yang dijalani selama bertahun-tahun. Hal ini menjadi pelajaran berharga baginya untuk lebih memperhatikan kesehatan dan mengubah kebiasaan buruk yang telah mengganggu kesejahteraannya.

Rekomendasi