Irfan Hakim Klarifikasi Tuduhan Bela Denada, Bantah Normalisasi Hubungan yang Tak Jelas

Irfan Hakim memberikan tanggapan terhadap tuduhan publik yang menyatakan bahwa ia membela Denada dalam kasus gugatan sebesar Rp7 miliar.

Wayan Diananto
Oleh Wayan Diananto - Reporter
Irfan Hakim Klarifikasi Tuduhan Bela Denada, Bantah Normalisasi Hubungan yang Tak Jelas
Irfan Hakim tanggapi tuduhan publik yang menyebutnya membela Denada dalam kasus gugatan Rp7 miliar oleh Ressa Rizky Rossano. Berikut klarifikasinya. (Foto: Dok. Instagram @irfanhakim75) (© 2026 Liputan6.com)

Pekan ini, Irfan Hakim mengalami masalah ketika ia tiba-tiba dihujat oleh netizen. Tuduhan tersebut berawal dari dugaan bahwa ia membela Denada dalam kasus penelantaran anak.

Ressa Rizky Rossano, yang mengklaim sebagai anak Denada, menggugat pelantun lagu "Sambutlah" sebesar Rp7 miliar di Pengadilan Negeri Banyuwangi, Jawa Timur. Akibat banyaknya hujatan yang diterima, Irfan Hakim bahkan terpaksa mematikan kolom komentar di akun Instagram terverifikasinya.

Menanggapi tuduhan bahwa ia membela Denada dan dianggap menormalisasi hubungan ibu dan anak yang berujung pada gugatan, Irfan Hakim memberikan klarifikasi. Dalam sebuah video yang diunggah pada 30 Januari 2026 di akun Instagram terverifikasinya, ia menjelaskan duduk perkara mengenai hujatan yang diterimanya dari netizen. Permasalahan ini bermula dari wawancara yang dilakukan dengan Hotman Paris Hutapea dalam program televisi FYP, yang membahas tentang Denada.

"Sepanjang jalan gue buka-buka sosmed, banyak banget serangan dan hujatan buat gue. Sejujurnya gue juga bingung kok mengarahkanya jadi ke sini ya? Gue ceritain, gue tahu lo semuanya kecewa," ujar Irfan Hakim.

Ia berusaha memahami kekesalan publik yang muncul. Ia menambahkan, "Kesannya gue menormalisasikan tentang hubungan ibu anak, anak ibu yang tidak jelas, kemudian gue mendukung, mensupport, tentang hal itu. Itu kenapa bisa muncul, karena ada framing antara podcast di Densu dengan tugas gue di acara FYP Trans 7."

Irfan juga menjelaskan bahwa wawancara dengan Hotman Paris ditayangkan pada 20 Januari 2026. Sekitar seminggu setelah itu, podcast Denny Sumargo yang menghadirkan Ressa Rizky Rossano juga ditayangkan. Setelahnya, potongan video wawancara antara Irfan Hakim dan Hotman Paris menjadi viral di media sosial.

Kubu Denada Tanggapi Ocehan Ressa Rossano Soal Klu Ayah Kandung, Minta Publik Beri Ruang Privasi
Ressa Rizky Rossano. (Foto: Dok. YouTube Curhat Bang Denny Sumargo) © 2026 Liputan6.com

Dalam konteks ini, dapat dilihat bahwa podcast yang dipandu oleh Denny Sumargo dan Ressa Rizky Rossano hadir lebih dahulu sebelum Irfan Hakim melakukan wawancara dengan Hotman Paris untuk membela Denada. Irfan Hakim mengungkapkan penyesalannya terkait insiden tersebut. "Pasti orang mikirnya, gue bertanya ke Bang Hotman mengenai usia 24 tahun kenapa baru bertanya tentang hak anak kepada ibunya. Dipikirnya itu ditanyakan setelah podcast Densu. Itu terjadi tanggal 20 Januari 2026," jelas Irfan Hakim untuk meluruskan kesalahpahaman yang ada.

Peristiwa ini menunjukkan bagaimana urutan waktu dan konteks dapat mempengaruhi persepsi publik. Selain itu, Irfan Hakim merasa perlu untuk memberikan klarifikasi agar tidak terjadi kesalahpahaman lebih lanjut. Ia ingin agar orang-orang memahami bahwa pertanyaannya kepada Hotman Paris tidak terkait dengan podcast yang dibawakan oleh Denny dan Ressa, melainkan merupakan pertanyaan yang muncul secara terpisah. Dengan demikian, Irfan berharap agar masyarakat tidak terjebak dalam asumsi yang salah mengenai niat dan konteks pertanyaannya.

Denada Disebut Akui Ressa Rizky Rossano Sebagai Anaknya, Pengacara Ungkap Tak Cukup
Meski kadang hidup tak selalu sesuai rencana, Denada merasa bersyukur dengan apa yang ia miliki saat ini. (Foto: Adrian Putra/Fimela) © 2026 Liputan6.com

"Pada waktu itu, isu yang dibahas mencakup Inara Rusli, Denada, serta beberapa kasus lainnya. Pada tanggal 20 Januari, belum ada pernyataan resmi yang jelas dari kedua pihak terkait. Pihak Ressa memang telah memberikan pernyataan, namun belum sedetail yang disampaikan dalam podcast Denny Sumargo," jelasnya.

Sementara itu, saat Irfan Hakim melakukan wawancara dengan Hotman Paris, masyarakat masih mempertanyakan alasan mengapa Ressa Rizky Rossano baru muncul di publik saat ini. Untuk mewakili rasa ingin tahu publik, Irfan Hakim pun mengajukan pertanyaan tersebut dan meminta penjelasan dari Hotman Paris sebagai seorang praktisi hukum.

Irfan Hakim Bingung Dituduh Bela Denada, Bantah Normalisasi Hubungan Ibu dan Anak yang Tak Jelas
Irfan Hakim tanggapi tuduhan publik yang menyebutnya membela Denada dalam kasus gugatan Rp7 miliar oleh Ressa Rizky Rossano. Berikut klarifikasinya. (Foto: Dok. Instagram @irfanhakim75) © 2026 Liputan6.com

Hotman Paris memberikan jawaban yang sangat bijak, mungkin Ressa Rizky Rossano baru saja menyadari aspek hukum belakangan ini. Irfan Hakim pun mengonfirmasi dengan mempertanyakan mengapa Ressa menggugat ibunya, bukan bapaknya. Pertanyaan tersebut mewakili pandangan orang awam.

"Bang Hotman juga menjelaskan bahwa ketika seseorang lahir dari pernikahan yang sah, maka ayahlah yang bertanggung jawab. Namun, jika ada dugaan bahwa anak tersebut lahir dari hubungan di luar nikah, maka ibulah yang harus bertanggung jawab," ungkap Irfan Hakim.

Dalam situasi ini, penjelasan Hotman Paris dan Irfan Hakim memberikan wawasan yang lebih dalam mengenai tanggung jawab hukum orang tua. Hal ini menunjukkan pentingnya pemahaman tentang hukum dalam konteks keluarga.

Dengan demikian, masyarakat diharapkan lebih paham akan hak dan kewajiban masing-masing pihak dalam pernikahan dan hubungan keluarga. "Bang Hotman pun menjelaskan, ketika lahir dari sebuah pernikahan resmi, maka bapak yang bertanggung jawab," ucap Irfan Hakim, menegaskan kembali pentingnya peran ayah dalam konteks tersebut.

Rekomendasi