Seorang fotografer bernama Darwin mengalami teror dari sosok perempuan yang selalu menatapnya kembali dalam setiap jepretan foto. Penampilan sosok tersebut sangat menyeramkan dan menyebabkan terjadinya mimpi buruk dalam kehidupannya sehari-hari. Kisah ini diangkat dalam film Shutter (2025), yang merupakan remake dari film horor legendaris Thailand dan dijadwalkan tayang pada akhir Oktober 2025. Disutradarai oleh Herwin Novianto, film ini menghadirkan ketegangan yang berpadu dengan drama psikologis mendalam.
Film ini dibintangi oleh Vino G. Bastian, Anya Geraldine, dan Niken Anjani, serta menggambarkan bagaimana rasa bersalah dan dosa masa lalu dapat memengaruhi kehidupan seorang fotografer di masa depan. Produksi Falcon Pictures ini tidak hanya mengandalkan efek menakutkan, tetapi juga memberikan refleksi emosional mengenai penyesalan dan konsekuensi dari tindakan kelam.
Dengan atmosfer sinematik yang khas Indonesia, Shutter 2025 menjadi film horor yang sangat dinantikan, karena menggabungkan kekuatan visual, misteri, dan konflik batin manusia yang kompleks. Setiap jepretan kamera yang diambil oleh Darwin seolah menangkap gambar yang sangat nyata, sehingga membuat siapa pun yang melihatnya merasa ketakutan.
Advertisement
Menurut KapanLagi, cerita Shutter berfokus pada seorang fotografer muda bernama Darwin (Vino G. Bastian) yang awalnya tampak biasa, hingga sebuah peristiwa tragis mengubah hidupnya. Saat berkendara malam bersama kekasihnya, Pia (Anya Geraldine), mereka mengalami kecelakaan dengan seorang perempuan misterius di jalan yang sepi. Setelah insiden tersebut, Darwin mulai merasakan keanehan pada setiap foto yang diambilnya.
Sosok perempuan itu selalu muncul, kadang dalam bayangan samar, kadang terlihat jelas, dengan tatapan dingin yang menatap langsung ke arah kamera. Pada awalnya, Darwin berusaha untuk mengabaikan dan menganggapnya sebagai kesalahan teknis dari kameranya. Namun, seiring waktu, teror yang dialaminya semakin meluas, ditandai dengan suara langkah kaki di ruang kosong, bayangan yang muncul di cermin, serta kamera yang tiba-tiba menyala tanpa perintah.
Akibatnya, Darwin terperangkap dalam ketakutan yang terus berkembang. Ia mulai yakin bahwa sosok perempuan yang mereka tabrak tidak pernah pergi. Dari balik lensa kameranya, hantu itu seolah terus mengawasi dan menyimpan dendam yang belum terbalaskan.
Advertisement
Dengan melihat kondisi Darwin yang semakin tidak stabil, Pia merasa perlu untuk menyelidiki siapa sosok perempuan yang terus menghantui mereka. Ia kembali mengunjungi lokasi kecelakaan dan menemukan informasi mengenai seorang perempuan bernama Lilies (Niken Anjani), seorang mantan mahasiswi seni rupa yang hilang secara misterius beberapa tahun yang lalu.
Seiring dengan proses penyelidikannya, Pia menemukan lebih banyak rahasia kelam yang terungkap. Ia menyadari bahwa Lilies memiliki hubungan masa lalu dengan Darwin, yang selama ini tidak pernah diungkapkan oleh Darwin. Catatan-catatan lama dan arsip kampus menunjukkan foto-foto Lilies yang diambil oleh Darwin saat mereka masih dekat, yang semakin menguatkan kecurigaan bahwa kematian Lilies tidak terjadi secara alami.
Pia kini berada di persimpangan antara cinta dan ketakutan. Ia harus memutuskan apakah akan melanjutkan pencariannya untuk mengungkap kebenaran atau memilih untuk meninggalkan Darwin demi keselamatannya sendiri. Namun, satu hal yang pasti, setiap kali ia berusaha untuk berhenti, sosok Lilies selalu muncul seolah meminta agar ia tidak melupakan keberadaannya.
Advertisement
Teror yang melanda tidak hanya menghampiri Darwin dan Pia. Beberapa sahabat lama Darwin yang mengenal Lilies juga mulai mengalami kejadian serupa. Salah satu dari mereka ditemukan tewas dalam keadaan yang sangat tragis, sementara foto terakhir yang ada di ponselnya menunjukkan bayangan seorang perempuan yang sama di belakangnya.
Darwin, yang merasa panik, mulai menyadari adanya pola dalam setiap kematian tersebut. Semua individu yang pernah terlibat dalam peristiwa masa lalu bersama Lilies kini menjadi sasaran. Rasa takut yang bercampur dengan penyesalan membuat Darwin semakin kehilangan kontrol atas kehidupannya. Kamera yang dulunya menjadi kebanggaannya kini beralih fungsi menjadi pengingat akan dosa-dosanya.
Ketegangan semakin meningkat ketika Darwin menyadari bahwa setiap kematian yang terjadi bukanlah suatu kebetulan. Lilies seolah menuntut balas atas tindakan yang mereka lakukan padanya di masa lalu. Setiap adegan dalam film ini menyajikan plot yang tak terduga, mampu mengguncang emosi para penonton.
Advertisement
Menurut situs IMDb, Shutter versi Indonesia adalah remake resmi dari film Thailand yang terkenal pada tahun 2004, yang disutradarai oleh Banjong Pisanthanakun. Meskipun demikian, versi terbaru ini menawarkan adaptasi yang lebih sesuai dengan budaya dan suasana di Indonesia. Falcon Pictures berkolaborasi dengan studio GDH Thailand untuk menghadirkan kembali kisah klasik ini dengan sentuhan modern dan emosional.
Sutradara Herwin Novianto, yang sebelumnya berhasil menggarap Kang Mak from Pee Mak (2024), menambahkan elemen lokal melalui simbolisme budaya dan bahasa visual yang lebih dekat dengan penonton. Ia mengintegrasikan elemen fotografi analog, pencahayaan tropis, serta pemandangan kota Indonesia yang menunjukkan kontras antara modernitas dan misteri.
Dengan pendekatan psikologis dan latar yang lebih akrab bagi penonton Indonesia, remake Shutter 2025 berupaya menghidupkan kembali teror klasik menjadi sebuah narasi baru yang menyentuh sisi kemanusiaan.
Advertisement
Film Shutter menampilkan tiga aktor ternama dari industri perfilman Indonesia. Vino G. Bastian memberikan penampilan yang mengesankan sebagai Darwin, sedangkan Anya Geraldine menghidupkan karakter Pia yang kuat dan penuh empati. Niken Anjani juga berhasil memerankan sosok Lilies yang tragis namun menakutkan.
Kerjasama mereka menciptakan suasana emosional yang sangat mendalam. Interaksi antara Vino dan Anya menambah dimensi pada kisah cinta yang terbelenggu oleh masa lalu. Sementara itu, kehadiran Niken sebagai Lilies menjadi pusat dari misteri yang menyelimuti keseluruhan cerita, sehingga membuat penonton merasa penasaran dengan akhir film ini.
Film Shutter direncanakan untuk tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia pada hari Kamis, 30 Oktober 2025, bertepatan dengan malam Halloween. Dengan sinematografi yang memukau dan alur cerita yang penuh dengan kejutan, film ini akan menguji keberanian sekaligus menggugah emosi para penontonnya.