Fairuz A Rafiq dan Sonny Septian Ajarkan Agama Kepada Anak-anak dengan Penuh Kasih Sejak Usia Dini

Fairuz A Rafiq dan Sonny Septian saling bertukar pengalaman mengenai cara mendidik anak, khususnya dalam aspek pendidikan agama.

M Altaf Jauhar
Oleh M Altaf Jauhar - Reporter
Fairuz A Rafiq dan Sonny Septian Ajarkan Agama Kepada Anak-anak dengan Penuh Kasih Sejak Usia Dini
Pemotretan Terbaru Keluarga Sonny Septian dan Fairuz A Rafiq (credit: instagram/fairuzarafiq) (© 2025 Liputan6.com)

Pasangan Fairuz A Rafiq dan Sonny Septian membagikan pandangan mereka mengenai cara mendidik anak, khususnya dalam aspek keagamaan. Sonny menjelaskan bahwa mereka berdua ingin anak-anaknya memiliki cinta kepada Allah SWT, bukan hanya sekadar merasa takut kepada-Nya.

Menurut Sonny Septian, ia berharap anak-anaknya dapat melaksanakan ibadah dengan penuh rasa tanggung jawab yang muncul dari keimanan mereka. Oleh karena itu, sejak usia dini, Sonny dan Fairuz berusaha memperkenalkan nilai-nilai agama kepada anak-anak mereka.

"Ya, kalau kita berdua sih lebih ke bukan takut sama Allah, lebih cinta aja sama Allah. Karena kalau kita takutin, nanti mereka berpikir kalau itu kejam," ungkap Sonny Septian saat berbincang di Kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (4/3/2025).

"Tapi kalau cinta kan mereka bisa melakukan semua ibadahnya, keimanannya, tanggung jawabnya tanpa disuruh gitu. Kita kenalin dulu nih, gitu. Sebenarnya Allah SWT seperti apa? Islamnya seperti apa," dia menambahkan.

Dengan cara ini, mereka berharap anak-anak dapat memahami dan merasakan kedekatan dengan agama secara alami dan tulus.

Sonny sering kali menemukan dirinya dalam situasi di mana anak-anaknya mengajukan pertanyaan yang cukup menantang. Salah satu pertanyaan yang muncul adalah mengenai kewajiban salat yang harus dilakukan oleh setiap hamba.

"Makanya kadang-kadang suka muncul pertanyaan anak-anaknya kayak di luar nalar gitu. 'Jadi Allah SWT ini cewek apa cowok sih?'. Aku sendiri kayak, 'jawabnya apa ya?'" ungkap Sonny.

Hal ini menunjukkan betapa kritisnya pemikiran anak-anak, terutama ketika mereka mencoba memahami konsep-konsep yang kompleks.

Selain itu, Sonny juga menghadapi pertanyaan lain yang tidak kalah sulit, seperti mengapa salat itu dianggap penting. Pertanyaan-pertanyaan ini sering kali membuatnya berpikir keras untuk memberikan jawaban yang tepat dan memuaskan. Dalam situasi seperti ini, Sonny menyadari bahwa menjelaskan nilai-nilai agama kepada anak-anak bukanlah tugas yang mudah.

Namun, dia berusaha sebaik mungkin untuk menjelaskan dengan cara yang dapat dipahami oleh mereka.

Sonny melihat rasa ingin tahu yang dimiliki oleh anak-anaknya sebagai indikator bahwa mereka mulai mengerti tentang agama dan menunjukkan ketertarikan untuk belajar lebih dalam. Untuk itu, ia dan Fairuz secara bertahap memperkenalkan berbagai konsep agama kepada mereka.

"Nah kita pelan-pelan ajarin, kita jagain, biar dia tetap berada di koridornya, semakin kita kenalin, nggak apa-apa sedikit dipaksa, karena memang awal-awal sebenarnya juga masih begitu kan," kata dia.

Dengan pendekatan yang lembut namun tegas, mereka berharap anak-anak dapat memahami nilai-nilai agama dengan baik dan menyerapnya dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Fairuz menyatakan bahwa ia dan Sonny memiliki pandangan yang sejalan dalam hal pendidikan anak, terutama terkait dengan agama. Mereka berdua berharap agar anak-anak mereka dapat menjadi penghafal Alquran.

“Karena sebagai orang tua kita nggak boleh beda. Jalan keluarnya, khusus yang ada memang hafalan Qur'an nya. Jadi beli bukunya, terus aku tuliskan lagi surat-suratnya, hari pertama, hari ke-dua, hari ke-tiga, ke-keempat, atau apa,” ucap Fairuz A Rafiq. Dengan demikian, mereka berkomitmen untuk memberikan pendidikan agama yang kuat kepada anak-anak mereka.

Rekomendasi