Ari Bias Blak-blakan Tak Patok Royalti Tinggi, Kasus Agnez Mo Murni Kesalahan Tanggung Jawab Izin
Ari Bias bilang kesalahan dalam pengelolaan izin menjadi masalah utama yang memicu sengketa hak cipta dengan Agnez Mo.
Ari Bias penggugat dalam perkara pelanggaran hak cipta terhadap Agnez Mo, mengungkapkan beberapa kesalahpahaman yang terjadi di industri musik mengenai tanggung jawab terkait izin dan pembayaran royalti. Dia menekankan penyanyi sebagai pelaku pertunjukan seharusnya memegang tanggung jawab dalam hal izin, bukan pihak penyelenggara acara.
“Saya melaporkan ke LMKN. Saya datangi kantornya tahun 2023/2024. Saya menanyakan apakah konser di tiga tempat itu sudah mendapatkan izin, dan menurut keterangan dari LMKN belum. Akhirnya saya meminta izin menggunakan hak hukum saya untuk mengupayakan sendiri, dan LMKN mengizinkan,” ungkap Ari Bias dikutip Jumat (14/2).
Sudah Sesuai Prosedur Sebelum Gugat ke Pengadilan
Ari mengungkapkan sebelum menghubungi LMKN, ia terlebih dahulu menanyakan kepada LMK KCI karena ia terdaftar di lembaga tersebut. Setelah melakukan verifikasi informasi, ia memastikan tidak ada izin yang dikeluarkan untuk konser Agnez Mo sebelum membawa masalah ini ke ranah hukum.
“Menurut KCI, harus tanya dulu ke WAMI, dan akhirnya saya mendatangi LMKN. Dari sana, saya memastikan tidak ada izin untuk konser itu,” jelas Ari.
Kecewa dengan Musisi
Ari mengungkapkan keprihatinannya terhadap pandangan beberapa musisi yang beranggapan tindakannya dapat menciptakan preseden negatif dalam hubungan antara penyanyi dan penulis lagu. Dia menilai keputusan pengadilan seharusnya dianggap sebagai langkah positif yang perlu didukung oleh semua pihak.
“Harusnya mereka mendukung karena ini sudah jelas diputuskan pengadilan bahwa telah terjadi pelanggaran hak cipta. Ini preseden yang baik untuk memperbaiki sistem yang ada supaya lebih adil dan transparan,” tegasnya.
Proses Izin Lebih Mudah Dilakukan Penyanyi
Ari menyatakan jika tanggung jawab untuk mengurus izin berada pada penyanyi, prosesnya akan menjadi lebih sederhana. Penyanyi memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai lagu yang akan mereka nyanyikan serta siapa penciptanya, sehingga hal ini lebih efisien dibandingkan jika tanggung jawab tersebut diserahkan kepada Event Organizer (EO).
"Kalau izin ada di penyanyi, semuanya lebih mudah. Mereka tahu lagu yang akan dinyanyikan dan siapa penciptanya. EO kan tidak selalu tahu detail itu. Dengan sistem ini, semuanya jadi lebih jelas," kata Ari.
Klaim Tak Pasang Royalti Mahal
Ari mengungkapkan tidak menetapkan tarif royalti yang tinggi. Ia mencontohkan beberapa penyanyi, seperti Krisdayanti dan Reza Artamevia, yang telah memenuhi kewajiban pembayaran dengan baik. Ari juga menekankan bersikap fleksibel dalam proses negosiasi.
"Manajemen Krisdayanti sudah membayar untuk konser-konsernya di Kuala Lumpur dan Indonesia. Saya juga fleksibel kok. Kalau ada yang masih promo dan belum punya job, ya gratis," ungkapnya.
Jadi Pelajaran Semua Pihak
Ari menginginkan agar kasus ini dijadikan pelajaran berharga bagi semua pihak yang terlibat dalam industri musik. Ia percaya dengan adanya perubahan sistem, dampak positif akan terlihat dalam jangka panjang.
"Ini adalah momentum besar untuk perubahan. Sistem yang ada sekarang harus diperbaiki supaya lebih adil dan transparan," tegasnya.
Dia menambahkan jika penyanyi sudah memiliki izin secara langsung, proses akan menjadi lebih sederhana dan tidak akan ada lagi kebingungan terkait tanggung jawab.