IHSG Tergelincir Hari Ini, Seluruh Sektor Saham Kompak Memerah
Seluruh sektor saham mengalami penurunan, yang berdampak pada laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam perdagangan saham pada hari Jumat, 27 Maret 2026.
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan pada perdagangan saham hari Jumat, (27/3/2026). Penurunan ini terjadi seiring dengan pergerakan bursa saham Asia Pasifik yang juga melemah, di mana seluruh sektor saham mengalami tekanan.
Berdasarkan data dari RTI, IHSG dibuka dengan penurunan 27,73 poin, sehingga posisinya menjadi 7.136,36 dari penutupan sebelumnya yang berada di angka 7.164,09. Pada pukul 09.23 WIB, IHSG tercatat merosot sebesar 0,70% ke level 7.114, sementara indeks LQ45 juga tergelincir 1,10% ke posisi 724,47. Seluruh indeks saham acuan menunjukkan penurunan.
Selama sesi pertama perdagangan, IHSG mencapai level tertinggi di angka 7.154,55 dan level terendah 7.106,89. Tercatat sebanyak 341 saham mengalami penurunan, yang memberikan beban pada IHSG, sementara 180 saham mengalami penguatan dan 185 saham lainnya tidak bergerak.
Total frekuensi perdagangan mencapai 290.596 kali dengan volume perdagangan saham mencapai 4,2 miliar saham, dan nilai transaksi harian saham mencapai Rp 2,2 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah berada di kisaran 16.929.
Seluruh sektor saham mengalami tekanan, di mana sektor industri dan infrastruktur masing-masing turun 0,99%. Selain itu, sektor energi melemah 0,31%, sektor dasar turun 0,53%, dan sektor konsumen non-siklikal terpangkas 0,14%. Sektor siklikal juga tergelincir 0,65%, sektor kesehatan merosot 0,36%, serta sektor keuangan dan properti masing-masing turun 0,36% dan 0,42%. Sementara itu, sektor teknologi mengalami penurunan 0,80% dan sektor transportasi melemah 0,77%.
Harga saham BUMI tercatat melemah 1,87% ke posisi Rp 210 per saham, setelah sebelumnya dibuka stagnan di angka Rp 214. Saham BUMI mencatatkan level tertinggi di Rp 220 dan level terendah di Rp 210 per saham. Total frekuensi perdagangan untuk saham ini mencapai 11.977 kali, dengan volume perdagangan sebanyak 6.786.704 saham dan nilai transaksi sebesar Rp 146,2 miliar.
Volume Perdagangan
Harga saham BRMS mengalami penurunan sebesar 0,70% dan kini berada di posisi Rp 705 per saham. Saham ini dibuka tanpa perubahan di level Rp 710 per saham. Dalam perdagangan, harga saham BRMS tercatat mencapai level tertinggi di Rp 720 dan terendah di Rp 695 per saham. Total frekuensi perdagangan mencapai 2.750 kali dengan volume perdagangan sebanyak 521.868 saham, menghasilkan nilai transaksi sebesar Rp 36,8 miliar.
Sementara itu, harga saham INET juga mengalami penurunan sebesar 1,53%, kini berada di posisi Rp 258 per saham. Saham INET dibuka dengan harga lebih rendah, yakni Rp 258 per saham, dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di Rp 262 per saham. Selama perdagangan, harga saham INET mencapai level tertinggi di Rp 264 dan terendah di Rp 254 per saham. Total frekuensi perdagangan tercatat 2.173 kali dengan volume perdagangan mencapai 275.290 saham, menghasilkan nilai transaksi sebesar Rp 7,1 miliar.
Harga saham MDKA mengalami penurunan sebesar 0,31%, kini berada di posisi Rp 3.230 per saham. Saham ini dibuka lebih rendah, yaitu 40 poin di posisi Rp 3.200 per saham. Selama perdagangan, harga saham MDKA tercatat mencapai level tertinggi Rp 3.280 dan terendah Rp 3.200 per saham. Total frekuensi perdagangan untuk saham ini mencapai 1.260 kali dengan volume perdagangan sebanyak 28.553 saham, yang menghasilkan nilai transaksi sebesar Rp 9,2 miliar.
Kategori Saham
Saham-saham yang termasuk dalam kategori top gainers mencakup:
- Saham FMII yang mengalami kenaikan sebesar 21,62%
- Saham DEFI yang naik sebesar 19,12%
- Saham CTTH yang meningkat 18,31%
- Saham MERI yang naik 15,91%
- Saham SOTS yang mengalami kenaikan sebesar 15,14%
Saham-saham yang tergolong dalam top losers antara lain:
- Saham TALF yang merosot hingga 12,67%
- Saham SSTM yang turun 10,26%
- Saham INDS yang mengalami penurunan 9,68%
- Saham ROCK yang merosot 9,41%
- Saham LCKM yang turun 9,16%
Saham-saham teraktif berdasarkan frekuensi perdagangan mencakup:
- Saham DEWA dengan total transaksi sebanyak 26.346 kali
- Saham ZATA yang tercatat 18.690 kali
- Saham BELL yang tercatat 15.048 kali
- Saham BUMI dengan frekuensi 13.042 kali
- Saham BBRI yang tercatat 11.062 kali
Saham-saham teraktif berdasarkan nilai transaksi antara lain:
- Saham BBCA dengan nilai transaksi mencapai Rp 412,1 miliar
- Saham DEWA yang bernilai Rp 304,9 miliar
- Saham BUMI dengan nilai transaksi Rp 161,6 miliar
- Saham BBRI yang mencapai Rp 158,9 miliar
- Saham ANTM yang bernilai Rp 96,8 miliar
Kecenderungan Melemah
Fanny Suherman, yang menjabat sebagai Kepala Riset Ritel di PT BNI Sekuritas, memperkirakan bahwa IHSG berpotensi mengalami pergerakan sideways dengan kecenderungan melemah. Dia menyebutkan bahwa IHSG akan berada dalam kisaran level support antara 7.075 hingga 7.130, serta level resistance di antara 7.200 hingga 7.250.
Untuk rekomendasi saham hari ini, Fanny memilih beberapa saham, antara lain PT Surya Citra Media Tbk (SCMA), PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Indika Energy Tbk (INDY), dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI). Dalam rekomendasi teknikal, dia memberikan beberapa trading idea untuk saham-saham tersebut.
- SCMA Spec Buy dengan area beli di 266-270, cutloss di bawah 264. Target dekat di 274-284.
- EMAS Spec Buy dengan area beli di 8300-8400, cutloss di bawah 8200. Target dekat di 8700-8900.
- BBRI Spec Buy dengan area beli di 3460-3490, cutloss di bawah 3440. Target dekat di 3550-3610.
- UNTR Spec Buy dengan area beli di 30400-30800, cutloss di bawah 30000. Target dekat di 31100-31500.
- INDY Spec Buy dengan area beli di 3110-3170, cutloss di bawah 3100. Target dekat di 3230-3300.
- AADI Buy if Break 11025, dengan target dekat di 11175-11275. Cutloss di bawah 10825.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.