Bulog Gandeng Polri Kejar Target Penyerapan Jagung 1 Juta Ton di 2026
Perum Bulog bersinergi dengan Polri untuk mengoptimalkan penyerapan jagung nasional hingga 1 juta ton pada 2026, demi menjaga ketahanan pangan dan kesejahteraan petani.
Perum Bulog menargetkan penyerapan jagung sebanyak 1 juta ton pada tahun 2026. Untuk mencapai target ambisius ini, Bulog menjalin sinergi erat dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) di seluruh wilayah Indonesia.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyatakan bahwa kolaborasi ini bertujuan mempercepat dan mengoptimalkan serapan komoditas jagung secara nasional. Sinergi ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman.
Arahan tersebut diberikan setelah Indonesia berhasil mencapai swasembada pangan beras dan jagung berkat kolaborasi lintas sektor yang solid. Bulog tidak bekerja sendiri, melainkan mengandalkan dukungan kuat dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk Polri, pemerintah daerah, dan petani.
Sinergi Bulog dan Polri untuk Penyerapan Optimal
Perum Bulog menegaskan pentingnya dukungan berbagai pihak dalam mencapai target penyerapan jagung 1 juta ton pada 2026. Sinergi dengan Polri menjadi sangat krusial, mengingat peran aparat di lapangan dalam mendukung kelancaran proses ini.
Kehadiran Polri diharapkan dapat membantu pengawasan, pendampingan petani, serta memastikan kelancaran distribusi hasil panen jagung. Dengan demikian, proses penyerapan jagung dapat berjalan lebih efektif dan efisien di seluruh sentra produksi.
Untuk mencapai target tersebut, Bulog telah menyiapkan perencanaan sejak dini dan mengintensifkan koordinasi lapangan. Percepatan proses serapan hasil panen jagung juga menjadi fokus utama agar target yang ditetapkan dapat tercapai sesuai jadwal.
Melalui Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang dihadiri seluruh pimpinan wilayah Bulog, diharapkan strategi terbaik dapat segera diterapkan. Hal ini penting demi keberlanjutan swasembada pangan dan peningkatan kesejahteraan petani jagung nasional.
Proyeksi Produksi dan Surplus Jagung Nasional
Badan Pangan Nasional (Bapanas) melaporkan data positif terkait produksi jagung nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen pada tahun 2025 diproyeksikan mencapai 16,11 juta ton.
Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 6,44 persen dibandingkan produksi tahun 2024 yang tercatat 15,14 juta ton. Dalam Proyeksi Neraca Pangan Nasional, Bapanas juga menghitung adanya surplus jagung.
Kebutuhan konsumsi jagung di tahun 2025 diperkirakan sebesar 15,65 juta ton, menghasilkan surplus sebanyak 463,9 ribu ton. Surplus pada tahun 2025 ini bahkan melampaui capaian tahun 2023.
Pada tahun 2023, produksi jagung mencapai 14,77 juta ton dengan kebutuhan konsumsi 14,47 juta ton, sehingga surplus tercatat 307,4 ribu ton. Peningkatan surplus dari 307,4 ribu ton menjadi 463,9 ribu ton menunjukkan pertumbuhan sebesar 23,2 persen dalam dua tahun.
Kontribusi Polri terhadap produksi jagung nasional juga sangat signifikan. Pada tahun 2025, Polri menyumbang sekitar 3,5 juta ton jagung, atau setara dengan 20 persen dari total produksi jagung nasional. Ini merupakan hasil dari arahan Presiden Prabowo kepada Polri untuk melakukan penanaman jagung, sebagai upaya membangun sistem pangan yang tangguh, efisien, dan berpihak pada petani.
Sumber: AntaraNews