Bulog Cianjur Optimis Capai Target Serap Gabah Petani 2026, Sudah 38 Ribu Ton Terkumpul
Perum Bulog Sub-divre Cabang Cianjur menunjukkan optimisme tinggi dalam mencapai target Bulog Cianjur Serap Gabah petani 2026, setelah berhasil menyerap 38 ribu ton hingga April.
Cianjur, Jawa Barat – Perum Bulog Sub-divre Cabang Cianjur berhasil menyerap gabah petani sebanyak 38 ribu ton dari tiga wilayah hingga April 2026. Capaian ini menjadi indikator kuat bahwa target penyerapan gabah tahun 2026 sebesar 49 ribu ton akan tercapai, bahkan berpotensi terlampaui sebelum akhir tahun.
Kepala Perum Bulog Subdivre Cianjur, Yanto Nurdianto, menyatakan optimisme tersebut mengingat masih adanya dua hingga tiga kali musim panen hingga penghujung tahun. Penyerapan gabah ini merupakan bagian dari upaya Bulog untuk menjaga ketahanan pangan dan menstabilkan harga komoditas pertanian di tingkat produsen serta konsumen.
Realisasi penyerapan gabah kering ini mencakup hasil panen dari petani di Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi, dan Kota Sukabumi. Langkah strategis ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan petani di wilayah tersebut.
Capaian Penyerapan Gabah di Tiga Wilayah
Hingga April 2026, Perum Bulog Sub-divre Cabang Cianjur telah mencatat penyerapan gabah petani sebesar 38.982 ton. Angka ini mendekati 80 persen dari target penyerapan gabah tahunan yang ditetapkan sebesar 49.247 ton.
Rincian penyerapan menunjukkan bahwa 20.500 ton berasal dari wilayah Cianjur, sementara 17.500 ton sisanya diserap dari petani di dua wilayah Sukabumi. Proses penyerapan gabah ini akan terus berlanjut, terutama saat memasuki musim panen kedua di daerah-daerah tersebut.
Yanto Nurdianto menjelaskan bahwa target penyerapan tahun ini memang sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 59 ribu ton. Meskipun demikian, Bulog optimis dapat melampaui target seperti yang terjadi pada tahun sebelumnya.
Strategi dan Optimisme Pencapaian Target
Untuk memaksimalkan penyerapan gabah petani, Bulog Cianjur menerapkan kebijakan pembelian dengan harga yang kompetitif. Gabah petani dibeli seharga Rp 6.500 per kilogram untuk semua jenis gabah.
Harga ini dianggap cukup tinggi dan diharapkan dapat mendorong peningkatan produksi serta kualitas gabah dari petani. Dengan harga yang menarik, tingkat penyerapan gabah oleh Bulog terus meningkat seiring dengan hasil produksi petani yang juga memadai.
Yanto Nurdianto menegaskan bahwa penyerapan gabah kering dari petani akan dilakukan sebanyak mungkin sepanjang tahun 2026. Selama hasil panen memungkinkan, Bulog akan terus menampung dengan harga yang telah ditetapkan.
Dampak Ekonomi bagi Petani
Kebijakan harga beli gabah yang diterapkan oleh Bulog Cianjur bertujuan untuk menyejahterakan petani di tiga wilayah tersebut. Harga Rp 6.500 per kilogram diharapkan dapat memberikan keuntungan yang layak bagi para petani.
Dengan adanya jaminan pasar dan harga yang stabil dari Bulog, petani diharapkan lebih termotivasi untuk meningkatkan hasil produksi mereka. Peningkatan kualitas dan kuantitas gabah akan berdampak langsung pada pendapatan petani dan stabilitas ekonomi lokal.
Peran Bulog dalam menyerap gabah petani secara konsisten menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Ini juga mendukung upaya pemerintah dalam menstabilkan harga pangan di pasaran.
Sumber: AntaraNews