3 Perusahaan Raksasa Antre Melantai di Bursa Saham, Ada Bank dan Perusahaan Tambang
Nyoman membocorkan, tiga lighthouse IPO susulan bakal dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang datang dari lintas sektor.
Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah memproses 13 perusahaan yang antre di pipeline untuk melakukan penawaran saham perdana, alias Initial Public Offering (IPO).
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman mengatakan, dari ke-13 calon emiten baru tersebut, tiga di antaranya merupakan perusahaan raksasa yang bakal melakukan lighthouse IPO. Ketiga perusahaan tersebut bakal menyusul 5 pendatang baru lain yang telah melakukan lighthouse IPO di tahun ini.
"Di tahun ini setelah mencapai 5 tadi yang sudah tercatat, ada 3 sebetulnya lighthouse IPO yang ada di pipeline kita dan sedang dalam proses," ujar Nyoman dalam sesi konferensi pers virtual RUPSLB BEI 2025, Rabu (29/10).
Lighthouse IPO sendiri merupakan penawaran umum perdana saham perusahaan dengan nilai aset di atas Rp3 triliun, dan free float minimal 15 persen atau setidaknya bernilai Rp700 miliar.
Nyoman membocorkan, tiga lighthouse IPO susulan bakal dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang datang dari lintas sektor. Mulai dari perbankan, infrastruktur, hingga pertambangan.
"Yang satu dari banking sektor, kemudian yang satu lagi infrastruktur, dan satu lagi dari mining. Jadi ini kita harapkan nanti akan dapat tercatat di tahun 2025 ini," kata Nyoman.
Pangkas Target IPO di 2025
Adapun Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menurunkan target jumlah pencatatan saham perdana, alias Initial Public Offering (IPO) dari 66 perusahan menjadi 45 perusahan. Sementara untuk 2026, Bursa memproyeksikan sebanyak 50 perusahan IPO.
Direktur Utama BEI Iman Rachman pada kesempatan sama membeberkan, hingga 24 Oktober 2025 total ada sebanyak 955 perusahaan tercatat. Sebanyak 23 di antaranya melakukan IPO tahun ini, dan 13 masuk dalam antrean (pipeline).
"Dengan target tahun ini kita 45 (IPO), tahun depan kita targetnya 50 IPO saham. Tahun depan tentu saja kita optimis bisa mencapai di 50," ungkap Iman.
Sasar 6 Lighthouse IPO di Tahun Ini
Dari jumlah IPO tahun ini, Iman menyebut 5 di antaranya merupakan emiten raksasa. Yang melakukan lighthouse IPO, dengan nilai aset di atas Rp3 triliun dan free float minimal 15 persen atau setidaknya bernilai Rp700 miliar.
Ia pun pede jumlah lighthouse IPO hingga akhir 2025 bisa bertambah menjadi 6 perusahaan. Angka itu lantas dipatok menjadi target di tahun berikutnya.
"Jadi tahun ini kita targetkan 6 lighthouse. Jadi dari 50 yang itu ada 6 lighthouse IPO. Jadi tadi kita tidak bicara hanya jumlah, tapi juga kita bicara atas kualitas IPO-nya," tutur dia.