Tukang Es Diintimidasi Oknum TNI-Polri, KDM Turun Tangan Lunasi Utang dan Bayar Kontrakan Setahun
Dalam pertemuan yang penuh haru sekaligus gelak tawa tersebut, terungkap bahwa Suderajat tengah didera kesulitan ekonomi hebat.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, kembali menunjukkan aksi nyata dalam membantu masyarakat kecil. Kali ini, ia bertemu dengan Sudrajat (49), seorang penjual es gabus asal Citayam yang belakangan viral karena menjadi korban intimidasi dan penganiayaan oleh oknum anggota TNI dan Polri saat berjualan di Kemayoran, Jakarta.
Dalam pertemuan yang penuh haru sekaligus gelak tawa tersebut, terungkap bahwa Suderajat tengah didera kesulitan ekonomi hebat. Selain trauma karena dagangannya dibuang dan wajahnya dipukul, ia juga menunggak biaya kontrakan, biaya sekolah anak, hingga memiliki utang di warung demi menyambung hidup.
Gerak Cepat: Bayar Kontrakan Setahun dan Modal Usaha
Mendengar keluh kesah Suderajat yang mengaku kesulitan membayar kontrakan sebesar Rp800.000 per bulan, Dedi Muyadi langsung mengambil tindakan tegas. Tidak ingin bantuan tersebut salah sasaran, ia menginstruksikan stafnya untuk mendampingi Suderajat pulang ke Citayam guna melunasi seluruh kewajibannya secara langsung.
yang akrab di panggil KDM ini memutuskan untuk membayarkan biaya kontrakan rumah Suderajat selama satu tahun penuh. Selain itu, ia juga memberikan uang tunai sebesar Rp5 juta yang diperuntukkan sebagai modal usaha.
"Kontrakannya akan saya bayarin setahun langsung ke kontrakannya. Saya nggak percaya sama Bapak ini buat bayar sendiri, nanti takut nggak dibayarin. Jadi staf saya yang langsung bayar ke sekolah, ke kontrakan, sama bayar ke warungnya," ujar Dedi Mulyadi.
Komitmen Lindungi Warga dari Intimidasi
Selain bantuan materi, KDM menyoroti kasus penganiayaan yang menimpa Suderajat. Ia menegaskan bahwa sebagai pemimpin, dirinya memiliki kewajiban untuk melindungi hak-hak warga dari tindakan intimidatif, baik yang dilakukan oleh preman maupun oknum aparat.
KDM juga mendorong Suderajat untuk tidak takut dan berani menempuh jalur hukum terkait pemukulan yang dialaminya. Ia memastikan akan terus mengawal kasus ini agar masyarakat kecil seperti penjual es tidak lagi menjadi sasaran kezaliman di jalanan.
"Ini kan hak Bapak sebagai warga. Saya harus lindungi Bapak dari berbagai tindakan intimidatif yang dilakukan oleh siapapun. Mau masyarakat biasa, mau oknum aparat. Tugas saya membela hak-hak Bapak. Lapor saja penganiayaannya, nanti kita urus," katanya.
Reporter Magang - Mochamad Aidil Akbar