Hanya Seminggu! Bobby Nasution Bentuk Satgas Ojol Sumut, Janjikan Regulasi Atasi Keluhan Driver
Gubernur Sumut Bobby Nasution menginisiasi pembentukan Satgas Ojol Sumut untuk menindaklanjuti keluhan driver terkait tarif dan perlindungan kerja, menjanjikan regulasi dalam seminggu.
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution mengambil langkah cepat dengan menginisiasi pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Pengawasan Pelaksanaan Biaya Jasa Pengguna Sepeda Motor Berbasis Aplikasi.
Langkah ini diambil menyusul keluhan dari para pengemudi ojek online (ojol) di wilayah Sumut yang menuntut keadilan sistem tarif dan perlindungan keselamatan kerja.
Pembentukan Satgas Ojol Sumut ini diharapkan dapat menjadi solusi konkret bagi persoalan yang dihadapi ribuan driver ojol dari berbagai platform, dengan janji regulasi yang akan terbit paling lambat seminggu setelah rekomendasi satgas.
Keluhan Driver Ojol: Tarif Murah dan Minimnya Perlindungan
Para pengemudi ojol dari berbagai platform, termasuk Maxim, Shopee, Grab, Indrive, dan Gojek, telah lama menyuarakan keluhan mereka terkait praktik aplikator yang dianggap merugikan.
Salah satu keluhan utama adalah penerapan argo murah yang memicu perang tarif, sehingga mengurangi pendapatan mereka secara signifikan. Kondisi ini seringkali membuat pendapatan driver tidak sebanding dengan biaya operasional dan risiko pekerjaan.
Selain itu, belum adanya kepastian hukum atas jaminan keselamatan dan perlindungan kerja menjadi perhatian serius bagi para driver. Mereka merasa rentan terhadap risiko di jalan tanpa perlindungan yang memadai dari pihak aplikator.
Ketua Umum Gabungan Ojek Roda Dua Medan Sekitarnya (GODAMS), Agam Zubir, menegaskan bahwa pertemuan dengan Gubernur Bobby Nasution bertujuan mencari solusi konkret atas persoalan ini.
Peran Satgas Ojol Sumut dan Janji Regulasi Cepat
Satgas Pengawasan Pelaksanaan Biaya Jasa Pengguna Sepeda Motor Berbasis Aplikasi ini akan diketuai oleh Kepala Dinas Perhubungan bersama Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut.
Tugas utama satgas ini adalah membuat kajian mendalam atas keluhan yang disampaikan oleh para pengemudi ojol. Hasil kajian tersebut nantinya akan diterbitkan sebagai rekomendasi kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut.
Gubernur Bobby Nasution berjanji akan menindaklanjuti rekomendasi tersebut dengan sangat cepat. "Dalam waktu seminggu kami terima, kami akan keluarkan kebijakan untuk hasil dari rekomendasi tersebut," ucap Bobby.
Menurutnya, hasil rekomendasi dari Satgas Ojol Sumut ini bisa berupa peraturan gubernur atau kebijakan lain yang dapat meringankan keluhan para pengemudi ojol. Ini menunjukkan komitmen Pemprov Sumut untuk segera mencari solusi.
Harapan Driver Ojol: Keadilan Tarif dan Perlindungan Kerja
Agam Zubir dari GODAMS menyatakan harapannya agar pertemuan ini dapat menghasilkan formula atau solusi atas praktik kecurangan yang merugikan ojol.
Pihaknya juga mendesak agar segera diberlakukan batas ambang atas dan bawah tarif. Mereka mengusulkan nilai Rp2.000 sampai Rp2.500 per kilometer sesuai aturan yang berlaku, untuk memastikan pendapatan yang layak bagi driver.
"Dipraktekkan sesuai aturan, sehingga tidak adalagi embel-embel mesti harus mengikuti berbagai macam program aplikator," tegas Agam.
Para pengemudi ojol berharap Pemprov Sumut bisa menjadi pelopor dalam menyelamatkan nasib pekerja ojol yang kerap merasa dieksploitasi oleh para aplikator, sehingga tercipta ekosistem kerja yang lebih adil dan manusiawi.
Sumber: AntaraNews