Siap-Siap, Polisi Bakal Tindak Taksi Gelap Selama Operasi Ketupat 2025

Pesan ini disampaikan Kakorlantas dalam rapat koordinasi bersama Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda se-Indonesia di gedung NTMC Jakarta, Kamis (6/3).

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
Siap-Siap, Polisi Bakal Tindak Taksi Gelap Selama Operasi Ketupat 2025
Siap-Siap, Polisi Bakal Tindak Taksi Gelap Selama Operasi Ketupat 2025 (Merdeka.com)

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Agus Suryonugroho memerintahkan jajarannya menindak taksi gelap dalam Operasi Ketupat 2025. Pesan ini disampaikan Kakorlantas dalam rapat koordinasi bersama Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda se-Indonesia di gedung NTMC Jakarta, Kamis (6/3).

"Saya minta ke seluruh direktur lalu lintas untuk taksi gelap, agar betul-betul dilakukan edukasi, terakhir penindakan. Minimal di wilayah-wilayah direktorat lalu lintas ada kasat lantas, instruksikan itu," kata Agus kepada wartawan.

Agus menginstruksikan jajaran mengidentifikasi kendaraan yang biasa digunakan untuk mencari penumpang yang tidak legal atau taksi gelap.

Jenderal polisi bintang dua ini menegaskan, perintah ini berlaku untuk semua Direktur Lalu di seluruh Indonesia.

"Jadi pakar transportasi se-Jabodetabek tidak mau dengar lagi karena saya sudah mengingatkan kecelakaan yang ternyata itu taksi gelap," kata dia.

Selain itu, Agus memerintahkan anggotanya untuk lebih memprioritaskan kendaraan roda selama Operasi Ketupat 2025. Baik yang melintas di jalur Jawa maupun luar Jawa.

"Satu lagi yang paling terpenting, pemudik roda dua. kondisi perekonomian kita banyak perusahaan yang tutup, apakah pemudik roda dua berkurang. Apakah mungkin dia sekalian pulang tanpa pesangon, dan naik motor, tapi ini tolong dikelola," kata Agus.

"Baik dari Jawa Barat sampai Jawa Tengah, termasuk juga yang ada di luar Jawa, sudah ada mekanisme. Jadi selama operasi ketupat ini ada 2 ribu sekian ratus pos, khusus pos pelayanan untuk kendaraan roda dua tolong diprioritaskan," sambungnya.

Agus ingin agar anggotanya dapat menghentikan para pengendara pada saat memasuki waktu berbuka puasa. Selanjutnya, memberikan takjil gratis untuk membatalkan puasanya.

"Jawa Barat, dikawal dihentikan pada saat buka puasa kasih dia takjil gratis, kasih permen, tukang urut, biasanya suka ada. Di Brebes diterima, nanti dikirim kasih ke Tegal, diterima lagi sampai ke tujuan," ujarnya.

Tak hanya, bila perlu para pengendara disebut jenderal bintang dua diantar sampai ke tempat tujuannya.

"Bila perlu pengemudi roda dua itu anter sampai ke rumah. Bila perlu, kalau pemudiknya itu Luna Maya. Jadi ini penting rekan-rekan," sambungnya.

"Begitu kita bicara fenomena tol, ini yang roda dua ini harus menjadi prioritas. Karena kalau saya bicara analisa dan evaluasi, anatomi kecelakaan paling tinggi adalah kendaraan roda dua," pungkasnya.

Rekomendasi