WBA Tegaskan Tidak Akui Rico Verhoeven sebagai Juara Jika Kalahkan Oleksandr Usyk
World Boxing Association (WBA) menyatakan tidak akan mengakui Rico Verhoeven sebagai juara kelas berat jika berhasil menggulingkan Oleksandr Usyk dalam pertarungan mendatang di Mesir, karena Verhoeven tidak masuk peringkat tinju profesional organisasi.
World Boxing Association (WBA) telah mengeluarkan pernyataan tegas terkait pertarungan kelas berat yang akan datang antara Oleksandr Usyk dan Rico Verhoeven. Organisasi tinju dunia ini menegaskan tidak akan mengakui Verhoeven sebagai juara kelas berat jika ia berhasil mengalahkan Usyk dalam laga yang dijadwalkan pada 23 Mei mendatang di Mesir. Keputusan ini didasarkan pada status Verhoeven yang saat ini tidak terdaftar dalam peringkat tinju profesional WBA.
Pernyataan resmi WBA yang dipantau di Jakarta pada Kamis, 21 Mei 2026, menjelaskan bahwa meskipun Verhoeven meraih kemenangan, gelar juara WBA tidak akan berpindah tangan. Hal ini menciptakan dinamika menarik menjelang pertandingan, di mana hanya kemenangan Usyk yang akan diakui secara resmi sebagai pertahanan gelar yang sah. Laga ini merupakan pertahanan gelar juara secara sukarela bagi Usyk.
Rico Verhoeven, yang dikenal luas sebagai salah satu kickboxer kelas berat terhebat sepanjang masa, kini mencoba peruntungan di dunia tinju profesional. Meskipun memiliki rekam jejak gemilang di kickboxing, statusnya di WBA sebagai petinju profesional masih menjadi kendala utama untuk pengakuan gelar. Situasi ini menyoroti perbedaan regulasi dan sistem peringkat antara kickboxing dan tinju profesional.
Kiprah Rico Verhoeven dari Kickboxing ke Tinju
Rico Verhoeven, petarung asal Belanda, telah berkiprah di level kickboxing profesional elite sejak tahun 2005. Selama hampir dua dekade, ia konsisten tampil di level tertinggi, memantapkan dirinya sebagai salah satu juara kickboxing kelas berat terhebat sepanjang masa.
Pada usianya yang ke-36 tahun, Verhoeven telah menjalani total 76 pertandingan kickboxing profesional, menunjukkan dedikasi dan dominasinya di olahraga tersebut. Ia juga baru-baru ini melepaskan gelar Glory Kickboxing Heavyweight setelah mencatat rekor tak terkalahkan selama 11 tahun, sebuah pencapaian yang jarang terjadi di dunia kickboxing profesional.
Kini, Verhoeven bersiap untuk naik ring menantang Oleksandr Usyk, sebuah langkah besar dalam kariernya di dunia tinju. Meskipun memiliki pengalaman luas di ring kickboxing, transisinya ke tinju profesional membawa tantangan baru, terutama terkait dengan pengakuan dari organisasi seperti WBA.
Aturan WBA dan Status Gelar Juara
WBA secara eksplisit menyatakan bahwa jika Rico Verhoeven berhasil mengalahkan Oleksandr Usyk, gelar juara kelas berat WBA tidak akan berpindah tangan di atas ring. Alasan utamanya adalah Verhoeven saat ini tidak masuk dalam peringkat tinju profesional organisasi WBA.
Meskipun demikian, WBA akan mempertimbangkan Verhoeven telah memenuhi syarat untuk masuk ke dalam daftar peringkat organisasi jika ia memenangkan pertarungan. Ini berarti kemenangan tersebut akan membuka jalan baginya untuk bersaing memperebutkan gelar di masa depan, namun tidak secara langsung memberinya sabuk juara.
Sebaliknya, jika Oleksandr Usyk keluar sebagai pemenang, hasil tersebut akan secara resmi diakui sebagai keberhasilan petinju Ukraina itu mempertahankan gelar juara super kelas berat WBA miliknya. Hal ini menggarisbawahi pentingnya peringkat dan regulasi dalam dunia tinju profesional yang diatur oleh badan-badan seperti WBA.
Rekam Jejak Oleksandr Usyk di Kelas Berat
Oleksandr Usyk merupakan mantan juara dunia sejati setelah berhasil menyatukan empat sabuk juara utama, yaitu WBA, WBC, IBF, dan WBO. Pencapaian ini menempatkannya sebagai salah satu petinju elite di divisi kelas berat, dengan rekor tak terkalahkan yang mengesankan.
Namun, Usyk kemudian memutuskan untuk melepaskan sabuk juara WBO-nya karena tidak tertarik untuk melawan Fabio Wardley. Keputusan ini memicu pergeseran dalam lanskap kelas berat WBO, di mana WBO kemudian menobatkan Wardley sebagai juara, sebelum gelar tersebut jatuh ke tangan Daniel Dubois yang mengalahkan Wardley di Manchester, Inggris, baru-baru ini.
Usyk sendiri merupakan petinju tak terkalahkan dengan rekor 24 kemenangan, termasuk 15 kemenangan knockout (KO). Petinju yang dikenal karena kedisiplinannya itu terus meningkatkan intensitas sesi latihan, menyadari besarnya tantangan yang ada di hadapannya dalam mempertahankan gelar WBA melawan penantang seperti Rico Verhoeven.
Sumber: AntaraNews