Sikapi Krisis Global, BGN Siap Efisiensi Anggaran Hingga Efektifkan Kegiatan
Kepala BGN Dadan HIndayana mengatakan pihaknya siap ikut mengambil langkah penghematan untuk menanggapi dinamika ekonomi global yang tidak menentu.
Badan Gizi Nasional (BGN) turut mengambil langkah atau sikap terkait dengan perkembangan atau dinamika ekonomi global yang tak menentu.
Hal ini disampaikan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana usai bertemu Jaksa Agung dan Jaksa Agung Muda Intelijen di Kantor Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan.
"Ya, tentu saja. Kemarin kami ikut rapat di dalam harmonisasi anggaran, menyikapi mekanisme atau fenomena yang berkembang di global, ya. Terutama terkait dengan energi, dan efeknya terhadap ekonomi Indonesia," kata Dadan kepada wartawan di Kantor Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta Selatan, Selasa (17/3).
Biaya Lebih Terukur
Menurutnya, pentingnya setiap instansi pemerintah memiliki empati terhadap situasi krisis yang mungkin berdampak pada masyarakat luas.
Pihak BGN saat ini tengah menyusun skema perhitungan teknis agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan optimal meskipun ada pemangkasan biaya di beberapa sektor operasional. Fokus utamanya adalah menjaga kualitas program namun dengan biaya yang jauh lebih terukur.
"Ya, tentu saja. Tentu saja kita harus memiliki sense of crisis dan kami sedang melakukan hal-hal yang memungkinkan penggunaan anggaran lebih efisien," ujarnya.
Prioritas utama dalam efisiensi ini adalah pengawasan ketat terhadap aliran dana agar tidak terjadi kebocoran atau penyalahgunaan di lapangan.
Memangkas Kegiatan Kurang Mendesak
BGN berencana memangkas kegiatan-kegiatan yang dianggap kurang mendesak demi menjaga stabilitas pagu anggaran yang sudah dialokasikan pemerintah.
"Yang pertama tentu saja kita harus efektifkan anggaran yang ada agar tidak disalahgunakan. Itu yang pertama, ya. Yang kedua, kita akan lakukan kegiatan-kegiatan yang lebih efektif dan mengura-mengurangi penggunaan anggaran," jelasnya.
Dalam paparannya, Dadan mengungkap rincian besar anggaran yang dikelola oleh BGN, yakni mencapai angka fantastis Rp268 triliun dengan tambahan dana siaga (standby) sebesar Rp63 triliun.
Masih Dikaji Mendalam
Strategi awal efisiensi dilakukan dengan mencoba tidak menyentuh dana siaga tersebut dan mengoptimalkan anggaran pokok yang tersedia.
"Dan langkah yang pertama yang kita sedang lakukan, kita optimalkan 268 dan coba kita tidak hitung yang standby ini. Jadi kita akan efektifkan yang 268. Nah, dari 268 yang kita peroleh tersebut, kita juga sedang hitung berapa nanti maksimal yang bisa kita gunakan," paparnya.
Saat ini, kajian mendalam mengenai angka pasti penghematan tersebut masih terus dimatangkan oleh tim ahli di Badan Gizi Nasional. Dadan berjanji akan segera mengumumkan hasil akhir dari perhitungan efisiensi tersebut setelah proses harmonisasi anggaran selesai dilaksanakan secara menyeluruh.
"Nanti setelah kita hitung, setelah kita laksanakan dengan beberapa eh hal yang perlu dilakukan terkait dengan efisiensi, nanti akan saya sampaikan," pungkasnya.