Kronologi Layanan Damkar Sleman Jadi Korban Order Fiktif Diduga Penagihan Pinjol
Order fiktif layanan Damkar ini sempat viral di media sosial. Dalam video yang beredar nampak seorang petugas Damkar menelepon balik pengorder tersebut.
Teror order fiktif yang diduga dilakukan oleh perusahaan penagihan pinjaman online (pinjol) kembali terjadi. Jika biasanya teror order fiktif ini berupa antaran makanan lewat ojek online, kali ini di Sleman order fiktif ini menyasar layanan pemadam kebakaran (damkar).
Kepala Satpol PP Kabupaten Sleman, Indra Darmawan membenarkan adanya order fiktif terkait pelayanan damkar. Orderan fiktif itu terjadi pada Rabu (22/4) lalu.
Indra menerangkan, saat itu layanan damkar menerima laporan gangguan ular dari seorang penelepon. Mendapatkan laporan ini, personel Damkar Sleman pun bergegas datang ke lokasi yang disebutkan penelepon itu.
Sesampainya di lokasi, kata Indra, petugas Damkar Sleman tidak menemukan adanya kejadian apa-apa seperti yang disampaikan penelepon.
"Iya benar ada laporan fiktif. Laporan dengan kondisi di lapangan berbeda," kata Indra saat dihubungi wartawan, Kamis (23/4).
Adanya laporan fiktif ini, kata Indra sangat disayangkan. Terlebih laporan fiktif ini menggunakan layanan darurat seperti Damkar.
Ganggu Tugas Damkar
Laporan fiktif, lanjut Indra, menganggu tugas dari personel Damkar yang seharusnya bisa fokus untuk membantu penanganan darurat yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.
"Saya prihatin. Kok sampai digunakan untuk hal-hal yang tidak pada tugasnya," ungkap Indra.
Indra menambahkan saat ini pihaknya masih mendalami dugaan order fiktif ini. Nantinya jika memungkinkan pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk memproses pengorder fiktif layanan Damkar tersebut.
Order fiktif layanan Damkar ini sempat viral di media sosial. Dalam video yang beredar nampak seorang petugas Damkar menelepon balik pengorder tersebut.
Dalam video itu petugas Damkar keberatan dengan orderan fiktif yang diduga berasal dari perusahaan jasa penagihan pinjol. Petugas itu menyebut jika masalah utang piutang pinjol tak ada kaitannya dengan tugas Damkar.
Polisi Selidiki
Layanan ambulans di Sleman menjadi sasaran order fiktif diduga terkait dengan jasa penagihan pinjaman online (pinjol). Ambulans ini diorder oleh seseorang untuk menjemput pasien gawat darurat di daerah Condongcatur, Kabupaten Sleman, DIY, Rabu (22/4).
Order fiktif dengan menyasar layanan ambulans ini dirasa meresahkan. Hal ini dikarenakan kondisi kedaruratan atau emergency ini terganggu dengan adanya order fiktif.
Kasi Humas Polresta Sleman Iptu Argo Anggoro menceritakan laporan order fiktif layanan ambulans ini sudah masuk. Laporan ini tengah dalam proses penanganan dari personel Satreskrim Polres Sleman.
"Laporan sudah masuk. Sedang dalam proses penelusuran Satreskrim Polresta Sleman," tutur Argo saat dihubungi wartawan, Rabu (23/4).
Argo mengungkapkan order fiktif layanan ambulans ini bisa berujung pada pidana. Untuk itu Argo meminta agar kejadian serupa tak lagi terulang dimasa mendatang.
"Pasti ada (unsur pidana). Ditunggu saja pasal yang diterapkan penyidik besok," urai Argo.
Order fiktir dari jasa penagihan pinjol ini tak cuma dialami oleh layanan ambulans saja. Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Sleman juga sempat mengalami prank order fiktif ini.
Dihari yang sama dengan order fiktif layanan ambulans, layanan Damkar juga mengalami hal serupa. Saat itu layanan Damkar ditelepon karena ada ancaman ular. Usai didatangi ke lokasi ternyata tak ada kejadian itu.
Terkait dengan order fiktif Damkar ini, Argo menerangkan kejadian itu bisa dilaporkan ke polisi. Nantinya perkara order fiktif ini bisa ditangani.
"Jika mengalami hal serupa silakan laporkan kepihak kepolisian," tutup Argo.