Kasus Pencemaran Nama Baik Jokowi, Polisi Cecar Pihak SMA 6 Surakarta hingga Kampus UGM
Meskipun kasus ini sudah bergulir selama kurang lebih 2 bulan, polisi belum melakukan gelar perkara karena saksi dari pihak Jokowi belum dihadirkan.
Polda Metro Jaya masih mendalami kasus pencemaran nama baik terkait dugaan ijazah palsu yang dilaporakan langsung oleh Presiden ke-7 Joko Widodo. Teranyar Polda Metro menggali keterangan pihak SMA 6 Surakarta dan Universitas Gadjah Mada (UGM) tempat Jokowi menempuh pendidikan.
"Beberapa hari terakhir ini adalah melakukan klarifikasi terhadap pihak sebuah SMA negeri di Surakarta dan melakukan klarifikasi juga ke pihak sebuah universitas di Yogyakarta," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi kepada wartawan, Selasa (17/6).
Meskipun kasus ini sudah bergulir selama kurang lebih 2 bulan, polisi mengaku masih mengumpulkan fakta-fakta dan sama sekali belum ada melakukan gelar perkara.
Ade Ary menerangkan, upaya gelar perkara baru bisa dilakukan setelah pihak Jokowi menghadirkan saksi kemudian diklarifikasi disertai dengan melampirkan barang bukti terjadinya dugaan pencemaran nama baik itu. Sementara itu pihak terlapor juga nantinya akan dimintai keterangan dan dilanjutkan dengan uji fakta.
"Apakah ada match atau ketidaksesuaian, diuji lagi barang buktinya dan lain sebagainya. Baru setelah itu dilakukan gelar perkara untuk menentukan apakah peristiwa yang dilaporkan itu ada dugaan tindak pidana atau tidak," terang Ade Ary.
Mantan Kapolres Metro Jakarta Selatan itu menambahkan, hingga kini sudah ada enam laporan serupa terkait tudingan ijazah palsu dan pencemaran nama baik terhadap Jokowi.
Dua laporan di antaranya masuk di Polda Metro Jaya, sementara empat laporan lainnya diterima di tingkat Polres Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, Bekasi, dan Depok.
Laporan tersebut kemudian dijadikan digabungkan dan saat ini tengah ditangani oleh Polda Metro Jaya.
"Itu semua sudah ditarik LP-nya dan ditangani di subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Prosesnya masih berlangsung. Jadi karena ini rangkaian peristiwa yang sama, maka akhirnya digabungkan," ucapnya.