Gubernur Sulteng Tegaskan Penyelarasan Program Penting Atasi Kemiskinan dan Stunting
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menekankan pentingnya penyelarasan program dan kebijakan antara pemerintah provinsi dan kabupaten untuk percepatan penanganan kemiskinan dan stunting di wilayahnya, guna mencapai pembangunan yang efektif dan tepat sasa
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, baru-baru ini menegaskan urgensi penyelarasan program dan kebijakan antara pemerintah provinsi dan kabupaten. Langkah ini krusial untuk memastikan pembangunan berjalan efektif, terukur, serta tepat sasaran di seluruh wilayah. Penekanan khusus diberikan pada upaya percepatan penurunan angka kemiskinan dan stunting yang masih menjadi tantangan bersama.
Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur dalam rapat kerja Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong di Parigi Moutong, Jumat (27/2). Rapat kerja ini menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antar tingkat pemerintahan. Tujuannya adalah mengakselerasi pembangunan daerah serta meningkatkan kualitas pelayanan publik yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Menurut Gubernur Anwar Hafid, penurunan angka kemiskinan dan stunting harus menjadi prioritas utama bagi semua pihak. Ia menekankan bahwa program yang dijalankan harus tepat sasaran, berbasis data akurat, dan mampu menjangkau langsung keluarga yang benar-benar membutuhkan bantuan.
Fokus Penanganan Kemiskinan dan Stunting Terintegrasi
Gubernur Anwar Hafid menegaskan bahwa persoalan kemiskinan dan stunting memiliki korelasi erat dan harus ditangani secara komprehensif. Pendekatan ini tidak hanya mengandalkan bantuan sosial semata, melainkan juga intervensi yang lebih luas dan terintegrasi. Hal ini mencakup berbagai aspek penting dalam kehidupan masyarakat.
Intervensi yang dimaksud meliputi peningkatan akses layanan kesehatan bagi ibu dan anak, pemenuhan gizi yang adekuat, serta edukasi pola asuh yang benar. Selain itu, penyediaan infrastruktur dasar seperti air bersih dan sanitasi yang layak juga menjadi fokus utama dalam upaya penanganan ini. Penguatan ekonomi keluarga turut menjadi bagian tak terpisahkan dari strategi komprehensif tersebut.
"Intervensi yang dilakukan tidak hanya melalui bantuan sosial, tetapi juga melalui peningkatan akses layanan kesehatan ibu dan anak, pemenuhan gizi, edukasi pola asuh, penyediaan air bersih dan sanitasi, serta penguatan ekonomi keluarga," ujarnya. Program terintegrasi ini diharapkan mampu menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Data Penurunan Angka Kemiskinan di Sulteng
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya progres positif dalam penurunan angka kemiskinan di Sulawesi Tengah. Pada September 2025, persentase penduduk miskin di provinsi ini tercatat sebesar 10,52 persen. Angka ini menunjukkan penurunan signifikan sebesar 0,40 persen poin dibandingkan kondisi pada Maret 2025.
Secara jumlah, penduduk miskin di Sulawesi Tengah pada September 2025 tercatat sebanyak 345,38 ribu orang. Ini berarti terjadi pengurangan sebanyak 10,8 ribu orang jika dibandingkan dengan data pada Maret 2025. Tren penurunan ini mengindikasikan efektivitas dari program-program yang telah dijalankan.
Penurunan angka kemiskinan juga terlihat baik di perkotaan maupun pedesaan. Persentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada September 2025 adalah 6,40 persen, turun dari 6,98 persen pada Maret 2025. Sementara itu, di daerah perdesaan, persentase penduduk miskin juga menurun menjadi 12,66 persen dari 12,93 persen pada Maret 2025.
Sinergi Pemerintah Daerah dan Bantuan Sosial
Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, menyampaikan apresiasi tinggi atas dukungan yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam pembangunan di wilayahnya. Ia menegaskan bahwa pengentasan kemiskinan dan penurunan angka stunting merupakan fokus utama pemerintah daerah. Sinergi ini diharapkan dapat mempercepat pencapaian target pembangunan.
Melalui rapat kerja tersebut, Bupati Erwin Burase mengharapkan adanya dukungan program dan kebijakan yang lebih kuat dari pemerintah provinsi. Dukungan ini diharapkan dapat semakin mempercepat capaian penurunan kemiskinan dan stunting di Parigi Moutong. Kolaborasi antar tingkatan pemerintahan menjadi kunci keberhasilan.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur bersama jajaran pemerintah daerah secara simbolis menyerahkan bantuan 1.000 paket sembako kepada masyarakat. Bantuan ini merupakan wujud kepedulian pemerintah untuk meringankan beban kebutuhan pokok masyarakat. Penyerahan sembako juga menjadi bagian dari upaya perlindungan sosial bagi keluarga kurang mampu dan rentan di Sulawesi Tengah.
Sumber: AntaraNews