FOTO: KPK Sita Rp 2,6 Miliar dalam OTT Bupati Pati Sudewo
Komisi Pemberantasan Korupsi menyita uang tunai Rp 2,6 miliar dalam operasi tangkap tangan terkait dugaan korupsi pengisian perangkat desa di Kabupaten Pati.
Petugas menyusun tumpukan uang barang bukti Operasi Tangkap Tangan (OTT) Bupati Pati Sudewo di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Selasa (20/1/2026) malam (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
Advertisement
Komisi Pemberantasan Korupsi menyita uang tunai senilai Rp 2,6 miliar dalam operasi tangkap tangan terhadap Bupati Pati Sudewo yang digelar di Kabupaten Pati Jawa Tengah. Uang tersebut diamankan sebagai barang bukti dalam dugaan tindak pidana korupsi terkait proses pengisian perangkat desa dan praktik jual beli jabatan di tingkat pemerintahan desa.
Tumpukan uang hasil penyitaan ditata oleh petugas di Gedung Merah Putih KPK Jakarta sebagai bagian dari proses administrasi penyidikan. Selain uang tunai, tim penyidik turut mengamankan sejumlah catatan dan dokumen yang diduga memuat pengaturan nilai atau patokan harga untuk menduduki posisi strategis di lingkungan pemerintahan desa.
Operasi tangkap tangan dilakukan pada Senin 19 Januari 2026. Dalam operasi tersebut, penyidik mengamankan delapan orang yang terdiri dari Bupati Pati Sudewo, dua camat, tiga kepala desa, serta dua calon perangkat desa. Seluruh pihak yang diamankan kemudian dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan intensif.
Advertisement
Setelah dilakukan pendalaman perkara, KPK menetapkan empat orang sebagai tersangka, termasuk Sudewo. Keempat tersangka langsung ditahan di Rumah Tahanan Cabang KPK Gedung Merah Putih untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.
Advertisement
Petugas membawa tumpukan uang barang bukti Operasi Tangkap Tangan (OTT) Bupati Pati Sudewo di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Selasa (20/1/2026) malam Liputan6.com/Helmi Fithriansyah
Petugas menyusun tumpukan uang barang bukti Operasi Tangkap Tangan (OTT) Bupati Pati Sudewo di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Selasa (20/1/2026) malam Liputan6.com/Helmi Fithriansyah
Petugas menyusun tumpukan uang barang bukti Operasi Tangkap Tangan (OTT) Bupati Pati Sudewo di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Selasa (20/1/2026) malam Liputan6.com/Helmi Fithriansyah
Petugas menunjukkan uang barang bukti Operasi Tangkap Tangan (OTT) Bupati Pati Sudewo di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Selasa (20/1/2026) malam Liputan6.com/Helmi Fithriansyah
Petugas menunjukkan uang barang bukti Operasi Tangkap Tangan (OTT) Bupati Pati Sudewo di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Selasa (20/1/2026) malam Liputan6.com/Helmi Fithriansyah
Petugas menyusun tumpukan uang barang bukti Operasi Tangkap Tangan (OTT) Bupati Pati Sudewo di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Selasa (20/1/2026) malam Liputan6.com/Helmi Fithriansyah
Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.
KPK) Firli Bahuri membeberkan kronologi OTT)terhadap Pj Bupati Sorong Yen Piet Mosso dan Kepala Perwakilan BPK Provinsi Papua Barat Patrice Lumumba Sihombing.