BPJS Kesehatan Gandeng Untad Perluas Implementasi Kurjamsos di Perguruan Tinggi
BPJS Kesehatan dan Universitas Tadulako (Untad) bersinergi memperluas implementasi Kurikulum Jaminan Sosial (Kurjamsos), memperkuat literasi jaminan sosial di kalangan mahasiswa dan generasi muda.
BPJS Kesehatan menggandeng Universitas Tadulako (Untad) di Sulawesi Tengah untuk memperkuat literasi jaminan sosial di lingkungan perguruan tinggi melalui implementasi Kurikulum Jaminan Sosial (Kurjamsos). Kerja sama ini bertujuan memperluas pemahaman dan perlindungan jaminan sosial di kalangan akademisi.
Manajer Pelaksanaan Pembelajaran BPJS Kesehatan, Tati Haryati Denawati, menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi antara dunia akademik dan penyelenggara jaminan sosial nasional. Universitas Tadulako memiliki peran penting sebagai pionir dalam pengembangan literasi jaminan sosial bagi generasi muda.
Fokus kerja sama ini diarahkan pada implementasi Kurjamsos, peningkatan literasi jaminan sosial, serta pengembangan sumber daya manusia di sektor kesehatan dan perlindungan sosial. Penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) dilaksanakan di Gedung Rektorat Universitas Tadulako pada Kamis, 11 Juni.
Untad sebagai Kampus Perintis Implementasi Kurjamsos
BPJS Kesehatan menempatkan Universitas Tadulako sebagai salah satu kampus perintis implementasi Kurikulum Jaminan Sosial di Indonesia. Untad merupakan salah satu dari empat perguruan tinggi pertama yang mengimplementasikan Kurjamsos sebagai program percontohan di Tanah Air.
Sejak tahun 2024, Universitas Tadulako bersama Universitas Hasanuddin, Universitas Sam Ratulangi, dan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar telah menjadi pionir dalam pengembangan kurikulum ini. Peran Untad sangat krusial dalam membentuk literasi jaminan sosial bagi generasi muda.
Berbagai masukan dari Untad, khususnya dari Fakultas Kedokteran, turut berkontribusi signifikan dalam penyempurnaan metode pembelajaran Kurjamsos. Hal ini memastikan materi yang disampaikan lebih interaktif dan relevan dengan kebutuhan mahasiswa.
Perluasan Kurikulum Jaminan Sosial Nasional
Evaluasi dan masukan yang diberikan oleh keempat kampus pelopor, termasuk Untad, menjadi landasan penting dalam pengembangan Kurikulum Jaminan Sosial. Hasil implementasi yang telah berjalan selama dua tahun terakhir dinilai mampu memberikan gambaran mengenai metode pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa terkait sistem jaminan sosial di Indonesia.
Manajer Pelaksanaan Pembelajaran BPJS Kesehatan, Tati Haryati Denawati, menjelaskan bahwa berkat evaluasi dan dukungan dari universitas pelopor, implementasi Kurikulum Jaminan Sosial akan diperluas ke seluruh Indonesia pada tahun 2026. Perluasan ini akan dilakukan bersama BPJS Kesehatan untuk menjangkau lebih banyak mahasiswa.
Peran Universitas Tadulako sebagai pionir sangat ditekankan dalam upaya pengembangan literasi jaminan sosial bagi generasi muda secara nasional. Ini menunjukkan komitmen BPJS Kesehatan dalam meningkatkan pemahaman masyarakat tentang jaminan sosial secara luas.
Sinergi Akademik untuk Perlindungan Sosial Berkelanjutan
Rektor Universitas Tadulako, Prof. Dr. Amar, menegaskan bahwa penandatanganan perjanjian kerja sama ini harus menghasilkan program nyata yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat maupun sivitas akademika. Sinergi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat perlindungan sosial dan mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Penguatan literasi jaminan sosial di lingkungan perguruan tinggi merupakan bagian integral dari upaya meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya jaminan sosial. Kolaborasi ini diharapkan menjadi model bagi institusi lain untuk berpartisipasi aktif dalam program jaminan sosial nasional.
Melalui kemitraan ini, Untad menargetkan terbangunnya kolaborasi berkelanjutan yang mampu meningkatkan kesejahteraan sivitas akademika. Selain itu, kerja sama ini juga memperluas pemahaman masyarakat tentang jaminan sosial serta mendukung terwujudnya generasi Indonesia Emas 2045 yang sehat, produktif, dan terlindungi.
Sumber: AntaraNews