Tepi Barat Mulai Mirip Gaza, Israel Usir dan Bombardir Gedung, Rumah Warga Palestina
Puluhan ribu warga Palestina diusir dari rumah-rumah mereka.
Setelah membunuh lebih dari 61.000 warga Palestina di Jalur Gaza, kebrutalan Israel kini beralih ke wilayah Tepi Barat yang diduduki. Ketegangan meningkat di wilayah tersebut dalam beberapa pekan terakhir, khususnya sejak gencatan senjata berlaku di Gaza pada 19 Januari.
Di kamp pengungsi kota Jenin, Tepi Barat, Israel mengusir lebih dari 20.000 warga Palestina dari rumah-rumah mereka sejak operasi yang disebut "Tembok Besi" dimulai dua pekan lalu. Kini operasi tersebut meluas ke Tulkarem dan Tubas, di mana ribuan warga lainnya diusir.
Sejumlah keluarga Palestina juga terusir dari Tamu di selatan Tubas, di mana pasukan penjajah Israel meluncurkan penyerangan brutal sejak Minggu (2/2) pagi. Sementara itu, operasi di Tulkarem telah memasuki hari ke-delapan.
"Situasi kemanusiaan di Jenin sangat sulit, dengan penyerangan warga yang terus menerus," jelas Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS) dalam pernyataannya pada Senin (3/2).
"Tim kami di Jenin menghadapi kasus pemukulan dan penyerangan oleh pasukan penjajah. Kami telah mengevakuasi lebih dari 3.000 warga dari Tulkarem dan Jenin selama beberapa hari terakhir," lanjut PRCS, dikutip dari The Cradle, Selasa (4/2).
Kantor berita WAFA melaporkan pada Senin, pasukan penjajah Israel mengirim semakin banyak kendaraan militer ke Tulkarem, mengerahkan patroli infanteri dalam jumlah besar di jalan-jalan, lingkungan dan di tengah-tengah pasar tradisional, menyisir dan menggeledah di antara rumah-rumah dan gang-gang serta menyerang warga sipil.
Replikasi Gaza
Kendaraan militer Israel sengaja menabrak gerobak sayur para pedagang di Tulkarem. Israel juga menggeledah rumah-rumah dan mengerahkan penembak jitu di seluruh daerah tersebut. Sedikitnya satu warga Palestina terluka oleh tembakan penembak jitu di Tulkarem.
Sementara itu, Wali Kota Jenin, Mohammmad Jarrar mengatakan kotanya akan hancur jika operasi militer Israel berlanjut. Dia menambahkan, 50 persen wilayah tersebut tidak memiliki akses air, makanan, maupun listrik.
"Ini replikasi seperti apa yang terjadi di Jalur Gaza," kata Jarrar.
Lebih dari 25 warga Palestina dibunuh Israel di Jenin. Tentara Israel mengatakan pihaknya telah membunuh 50 "teroris" di seluruh Tepi Barat dalam dua pekan terakhir.
Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, 70 orang termasuk 10 anak-anak dibunuh pasukan Israel di Tepi Barat sejak awal 2025.