FOTO: Potret Kehancuran Jenin Akibat Serangan Besar-besaran Israel, Puluhan Ribu Warga Palestina Terusir
Ketika peperangan di Jalur Gaza berada dalam situasi gencatan senjata, Israel justru melancarkan operasi militer besar-besaran di wilayah Jenin, Tepi Barat.
Kamp pengungsian Jenin di Tepi Barat, Palestina, menderita kehancuran luar biasa akibat operasi militer besar-besaran yang dilancarkan Israel. Serangan itu dilancarkan Israel ketika peperangan di Jalur Gaza dalam situasi gencatan senjata.
Sebagaimana dilaporkan AFP, militer Israel melancarkan serangan besar-besaran di Jenin, Tepi Barat, pada 21 Januari 2025, untuk membasmi kelompok bersenjata Palestina dari wilayah tersebut.
Serangan ini disertai dengan aksi penghancuran rumah-rumah warga serta jalanan di wilayah tersebut.
Puluhan Ribu Warga Palestina Terusir dari Jenin
Lebih dari 20 ribu warga Palestina telah terusir dari kamp pengungsi Jenin di Tepi Barat sejak Israel menyerang kota dan kawasan itu. Demikian laporan Antara mengutip Anadolu, pada Senin (10/2) awal pekan lalu.
Warga Palestina yang terusir diperkirakan akan mencari perlindungan di kota-kota lain di Tepi Barat. Hal itu terpaksa dilakukan lantaran karena kamp tersebut tidak mungkin lagi bisa ditinggali.
Operasi militer besar-besaran yang dilakukan Israel ini menimbulkan kerugian ekonomi yang besar serta gangguan pada sistem pendidikan.
ADVERTISEMENT
Kondisi Terkini Jenin Usai Operasi Militer Besar-besaran Israel
Dalam percakapannya dengan Ketua Parlemen Lebanon, Nabih Berri, ia juga menegaskan tekad Iran untuk mewujudkan gencatan senjata di seluruh wilayah Lebanon.
Yordania mengecam keras Penyerbuan Masjid Al-Aqsa oleh pemukim Israel yang mengibarkan bendera, menyebutnya provokasi tak bisa diterima dan pelanggaran hukum internasional.
Kelompok Hamas mendesak Dewan Perdamaian (BoP) untuk bersikap tegas mengecam rencana Israel memperluas kendali atas Jalur Gaza, sebuah langkah yang dianggap melanggar kesepakatan gencatan senjata.
Warga Teheran terus menunjukkan dukungan kuat terhadap pemerintah dan angkatan bersenjata mereka di tengah ketegangan regional, menyusul serangan AS dan Israel serta perundingan gencatan senjata yang belum final.
Seorang warga Palestina tewas setelah penggerebekan militer Israel di Kamp Qalandia. Insiden ini menambah daftar panjang Kematian Warga Palestina di Tepi Barat yang memicu kekhawatiran global.
Nahdlatul Ulama melalui NU Care-LAZISNU kembali menunjukkan komitmen NU Peduli Palestina dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan esensial selama Ramadan di Gaza dan Tepi Barat.
NU Care-LAZISNU menyalurkan ribuan paket bantuan kemanusiaan ke Palestina selama Ramadan 1447 H, menegaskan komitmennya terhadap warga yang terdampak konflik dan krisis kemanusiaan.
Menlu RI Sugiono bahas Tepi Barat dengan Menlu AS Marco Rubio, menyampaikan kekhawatiran Indonesia atas kekerasan di Palestina dan mendesak peran AS dalam pengawasan militer Israel.