Negara-Negara Arab Tolak Keinginan Trump Pindahkan Warga Palestina di Gaza
Trump berkeras ingin mengusir warga Palestina di Gaza ke Mesir dan Yordania.
Negara-negara Arab mengeluarkan pernyataan bersama menolak permintaan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang ingin memindahkan paksa warga Palestina di Gaza ke negara Mesir dan Yordania.
Kesepakatan bersama itu dikeluarkan setelah sejumlah menteri luar negeri negara Arab mengadakan pertemuan di Kairo dua hari lalu.
Pernyataan bersama itu dirilis oleh pejabat dan menteri luar negeri Mesir, Yordania, Qatar, Arab Saudi, Liga Arab, dan Otorita Palestina.
Negara-negara Arab itu menegaskan penolakan mereka terhadap “hak-hak yang tidak dapat dicabut dari rakyat Palestina, baik melalui kegiatan permukiman, pengusiran dan pembongkaran rumah, aneksasi tanah, atau pemindahan warga Palestina dari tanah mereka.”
Mereka juga menolak "segala upaya untuk mendorong pengusiran warga Palestina dari tanah mereka, dalam situasi atau pembenaran apa pun. Tindakan semacam itu mengancam stabilitas kawasan, merusak prospek perdamaian dan hidup berdampingan di antara masyarakat di kawasan tersebut,” lanjut pernyataan bersama tersebut.
Pernyataan bersama itu juga memuji upaya Mesir yang bekerja sama dengan PBB untuk menggelar konferensi internasional untuk pembangunan kembali Gaza.
Trump baru-baru ini beberapa kali menyatakan Yordania dan Mesir akan menampung warga Palestina dari Gaza yang rumahnya hancur akibat kebrutalan Israel. Ratusan ribu warga Palestina kini sudah kembali ke sejumlah kota di Gaza utara sejak kesepakatan gencatan senjata berlaku bulan lalu.
Menurut Trump, Mesir, Yordania akan menerima warga Gaza.
"Mereka (Mesir, Yordania) akan melakukannya. Mereka akan melakukannya. Mereka akan melakukannya, oke? Kita berbuat banyak untuk mereka dan mereka akan melakukannya," kata Trump kepada wartawan saat di Ruang Oval Gedung Putih 30 Januari lalu.
Beberapa hari sebelumnya Trump mengatakan dia sudah berbicara dengan Raja Yordania Abdullah melalui telepon tentang pembangunan perumahan di sejumlah negara tetangga dan pemindahan lebih dari satu juta warga Palestina di Gaza.
"Saya katakan kepada beliau, saya ingin dia menampung lebih banyak karena saya lihat Jalur Gaza secara keseluruhan saat ini, sungguh berantakan, benar-benar berantakan," kata Trump, seperti dilansir the Cradle, Ahad (2/2).
"Saya ingin Mesir mengambil mereka dan saya juga ingin Yordania mengambil mereka. Kita berbicara soal sekitar satu setengah juta warga dan kita bisa membersihkan semuanya," kata dia.
Raja Abdullah dan Presiden Mesir Abdul Fattah el-Sisi menolak proposal pembersihan etnis itu.
"Soal pengusiran orang Palestina, itu tidak pernah bisa ditoleransi atau diizinkan karena berdampak pada keamanan nasional Mesir," kata Sisi akhir bulan lalu.
Pada akhir Oktober 2023, majalah budaya Israel Mekomit membocorkan dokumen yang dikeluarkan oleh Kementerian Intelijen Israel berisi proposal pendudukan Gaza dan pengusiran 2,3 juta warganya ke Semenanjung Sinai di Mesir.