Detik-Detik Anggota Parlemen Israel Diseret Petugas Keamanan Saat Berpidato Keras Bela Gaza
Seorang anggota parlemen Israel diseret paksa dari podium karena berpidato membela Gaza.
Anggota parlemen dari koalisi Arab-Yahudi Partai Hadash bernama Ayman Odeh Kamis lalu diseret paksa dari podium Knesset (parlemen Israel) saat tengah berpidato mengecam genosida Israel di Gaza.
Odeh menyampaikan pidato itu dalam rangka peringatan Nakba di Jerusalem. Pada kesempatan itu dia mengusulkan undang-undang Pelarangan Penyangkalan Nakba.
"Setelah 1,5 tahun perang kalian membunuh 19.000 anak, 53.000 penduduk Gaza, kalian juga menghancurkan kampus-kampus dan rumah sakit. Dan bagi kalian, tidak ada kemenangan politik. Kalian merasa tidak ada kemenangan politik. Itulah sebabnya kalian menggila," kata dia.
Nakba kedua di Gaza
Selepas kejadian itu, Odeh menulis pesan di akun X-nya mengomentari kejadian itu.
"Mereka menyeret saya dari podium parlemen, bukan karena melanggar aturan, tapi karena menyuarakan kebenaran.
Tujuh puluh tujuh tahun setelah Nakba, dunia kini tengah menyaksikan Nakba kedua di Gaza
Kalian bisa membungkam saya, tapi kalian tidak bisa membungkam rakyat Palestina dan kalian tidak bisa membungkam seruan dunia," kata dia.
Sejumlah netizen berkomentar keras atas video yang beredar luas di media sosial itu.
"Kebenaran dan kebajikan pada akhirnya akan menang," kata seorang pengguna Facebook bernama Sudhir Ahmad Afridi.
"Pemerintah gila..itulah yang dilihat dunia. Israel tidak tahan mendengar kebenaran. Mereka sedang mengulang holocaust yang pernah mereka alami sendiri," kata netizen lain.
Israel hingga kini masih terus menggempur dan mengusir paksa warga Palestina di Gaza. Korban tewas di Gaza kini sudah tembus lebihd ari 53.000 jiwa, mayoritas perempuan dan anak-anak.
Tak hanya itu Israel juga memblokir truk bantuan kemanusian hingga sudah 29 anak tewas karena kelaparan dan tidak adanya pasokan obat-obatan.