2 Menteri Pilihan Zelenskyy Dikabarkan Mundur Gara-Gara Skandal Korupsi
Media setempat melaporkan bahwa individu yang terlibat dalam kasus korupsi ini adalah orang-orang yang memiliki kedekatan dengan Zelenskyy.
Skandal korupsi yang melibatkan perusahaan energi nuklir milik negara Ukraina muncul di tengah serangan udara yang dilakukan oleh Rusia.
Dugaan penggelapan dan suap ini tidak hanya melibatkan pejabat tinggi pemerintah, tetapi juga merusak kepercayaan publik terhadap komitmen Presiden Volodymyr Zelenskyy dalam memberantas korupsi.
Media setempat mengungkap bahwa salah satu individu yang terlibat dalam kasus ini adalah orang dekat Zelenskyy.
Menghadapi tekanan dari masyarakat, Menteri Kehakiman dan Menteri Energi -- dua tokoh penting dalam kabinet Zelenskyy -- memilih untuk mengundurkan diri, seperti yang dikutip dari laman AP News pada Kamis (13/11).
Badan Antikorupsi Nasional Ukraina (NABU), yang sebelumnya sering menghadapi tekanan politik, mengumumkan hasil penyelidikan yang berlangsung selama 15 bulan.
Penyelidikan tersebut melibatkan lebih dari seribu jam penyadapan dan berujung pada penangkapan lima individu serta penetapan tujuh tersangka lainnya terkait dugaan suap yang mencapai sekitar USD100 juta di sektor energi.
Temuan ini datang pada saat Ukraina berjuang untuk mendapatkan bantuan keuangan dari Eropa guna menutupi defisit energi akibat serangan Rusia terhadap infrastruktur listrik dan fasilitas gas alam.
Di sisi lain, pasukan Ukraina terus berjuang di garis depan, menghadapi tekanan di tengah konflik yang kini telah memasuki tahun keempat.
Zelenskyy, yang sebelumnya menjanjikan pemberantasan korupsi saat naik ke tampuk kekuasaan, kini kembali menghadapi ujian.
Skandal pengadaan militer yang terjadi tahun lalu juga sempat mengguncang pemerintahannya dan berujung pada pengunduran diri Menteri Pertahanan Oleksii Reznikov. Oleksandr Merezhko, anggota parlemen dari partai Zelenskyy, menekankan dampak signifikan dari kasus ini.
"Secara internal, skandal ini bisa menggoyahkan stabilitas dan persatuan nasional. Secara eksternal, musuh akan memanfaatkannya untuk melemahkan dukungan bagi Ukraina," ujarnya.
"Rakyat kini hidup dalam kegelapan akibat serangan Rusia, sementara ada pejabat yang justru memperkaya diri di tengah perang," tambah dia.
Detail mengenai Skema Midas
NABU tidak menyebutkan nama-nama tersangka, tetapi mengungkapkan bahwa mereka terdiri dari seorang pengusaha, mantan penasihat menteri energi, serta pejabat yang bertanggung jawab atas keamanan fisik di Energoatom, perusahaan energi nuklir negara. Operasi investigasi ini diberi nama sandi "Midas".
Sebanyak delapan individu dituduh terlibat dalam praktik suap, penyalahgunaan kekuasaan, dan kepemilikan aset yang tidak wajar.
Penyelidikan ini melibatkan lebih dari 70 penggerebekan di berbagai lokasi. Meskipun demikian, pihak Energoatom menegaskan bahwa kegiatan operasional mereka tidak terganggu oleh proses investigasi ini.
Badan antikorupsi juga merilis rekaman percakapan yang menunjukkan bahwa para pelaku menggunakan nama sandi dan bahasa tersembunyi untuk mendiskusikan praktik pemerasan terhadap kontraktor Energoatom. Mereka diduga meminta "komisi" antara 10 hingga 15 persen agar proyek dapat berjalan lancar tanpa ada hambatan dari birokrasi.
Selain itu, para pelaku juga memanfaatkan kebijakan darurat militer yang melarang penagihan utang di pengadilan terhadap perusahaan-perusahaan yang menyediakan layanan penting.
Empat anggota jaringan lainnya juga disebutkan berperan dalam pencucian uang hasil suap melalui sebuah kantor yang berada di Kyiv.
Dalam salah satu rekaman yang belum diverifikasi secara independen oleh Associated Press, terdapat informasi bahwa sekitar 1,2 juta dolar AS diserahkan kepada seorang mantan wakil perdana menteri yang dijuluki "Che Guevara", merujuk pada nama tokoh revolusioner asal Kuba.
Hal ini menambah kompleksitas kasus yang sedang diselidiki, dan menunjukkan betapa dalamnya praktik korupsi yang terjadi dalam lingkup perusahaan energi nuklir tersebut. Penyelidikan ini diharapkan dapat membawa kejelasan dan keadilan bagi semua pihak yang terlibat.