Nilai tukar Yuan China terhadap Dolar Amerika (USD) ambruk ke posisi terendah dalam enam tahun terakhir usai Donald Trump memenangkan pemilihan presiden AS. Yuan saat ini berada di 6,7918 per USD atau melemah dibanding sebelumnya di 6,7769 per USD.
Dilansir dari CNN, nilai tukar USD terhadap mata uang utama dunia lainnya sempat melemah di awal kemenangan Trump karena investor khawatir tentang prospek ekonomi ke depan. Namun, nilai tukar berbalik naik tajam karena ekspektasi pada pemerintahan baru di Washington yang akan mengeluarkan stimulus fiskal untuk mendorong perekonomian.
Stimulus fiskal akan dibiayai oleh obligasi, dan beberapa analis memperkirakan prospek hasil obligasi lebih tinggi. Banyaknya minat terhadap obligasi ini membuat permintaan terhadap USD naik tajam dan nilai tukar menguat.
"Kita percaya kemenangan Republik berarti melonggarkan kebijakan fiskal. Ini akan menyebabkan nilai tukar (USD) lebih tinggi atau menguat," kata ahli strategi Bank of America, Merrill Lynch seperti ditulis CNN.
Pelemahan nilai tukar Yuan menjadi sorotan. Sebab, Trump secara tegas mengkritik China yang memanipulasi atau sengaja melemahkan nilai tukar untuk meningkatkan ekspor ke AS.