Tingkatkan produksi migas, Pertamina siapkan USD 30 M hingga 2025

Pertamina juga mengakuisisi blok migas di Aljazair.

Sri Wiyanti
Oleh Sri Wiyanti - Reporter
Tingkatkan produksi migas, Pertamina siapkan USD 30 M hingga 2025
Pertamina. Merdeka.com/Imam Buhori

Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Dwi Soetjipto mengakui, pihaknya hanya mampu memproduksi minyak mentah sebesar 24 persen dari total produksi minyak mentah dalam negeri. Angka ini jauh lebih kecil apabila dibandingkan dengan kapasitas produksi perusahaan minyak nasional milik negara lain.

"Produksi minyak mentah National Oil Company negara lain bisa mencapai 79 persen," ungkap Dwi di Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Kamis (10/12).

Menurut Dwi, produksi hulu migas tahun lalu mencapai 584.000 barel setara minyak hari, terdiri dari minyak mentah dan gas.

Hal ini menjadi dasar perseroan untuk meningkatkan kegiatan bisnis hulu, salah satunya dengan mengakuisisi blok minyak di luar negeri. Dwi menyebut salah satunya adalah blok migas di Aljazair.

Menurutnya, Pertamina sudah mengalokasikan sejumlah dana besar guna meningkatkan produksi minyak metah perseroan. "Pertamina akan mengeluarkan USD 3 miliar sampai 5 miliar per tahun untuk meningkatkan produksi minyak mentah," imbuh Dwi.

Pertamina mengalokasikan dana untuk meningkatkan produksi minyak mentah mencapai USD 30 miliar hingga 2025.

Sebelumnya, Dwi menargetkan produksi migas tahun ini mencapai 619.200 barel setar minyak per hari, terdiri dari produksi minyak mentah sebanyak 329.440 barel per hari, dan produksi gas sebanyak 1,668 juta kaki kubik per hari.

Rekomendasi