Merebaknya wabah virus corona mulai berdampak ke Indonesia, terutama sektor pariwisata. Banyak reservasi dari wisatawan China yang dibatalkan karena penyetopan penerbangan langsung dari China ke Indonesia.
Beberapa daerah wisata yang mengalami kerugian di antaranya Sulawesi Utara, Kepulauan Riau dan Bali. Menurunnya jumlah turis tak hanya dari China, beberapa negara lainnya pun ikut mengurungkan niat berlibur karena wabah virus corona.
"Bukan hanya di Bali, di Sulawesi Utara, di Kepulauan Riau itu pasti kena dampak yang cukup besar," kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Whisnutama di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta Selatan, Jumat (7/2).
Demi menambal kerugian sektor pariwisata, Whisnutama mendorong peningkatan jumlah turis domestik. Dia ingin masyarakat berwisata di negeri sendiri.
Tak hanya itu, dia juga ingin Kementerian Perhubungan untuk menambah frekuensi penerbangan internasional menuju Indonesia. Sebab, selama ini frekuensi penerbangan internasional menuju Indonesia masih sedikit jika dibandingkan dengan target kunjungan wisman.
Namun dia belum bisa memastikan rute asal negara mana saja yang akan mendapat penambahan. Sebab penambahan rute penerbangan membutuhkan kajian teknis yang tidak sederhana.
"Sehingga insyaallah akan ada dalam waktu dekat tambahan frekuensi atau tambahan rute dari luar negeri ke Indonesia," harap Whisnutama.
Advertisement
Selain berkomunikasi dengan Kementerian Perhubungan, Whisnutama juga sudah telah menyampaikan rencana tersebut ke beberapa perusahaan maskapai. Salah satunya dengan Garuda Indonesia.
Begitu juga perusahaan maskapai lintas negara. Namun perlu ada pertemuan lanjutan untuk membahas lebih detil.
"Baru beberapa, nanti, belum selesai semuanya dan ada pertemuan lanjutan," kata Whisnutama.