Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati meminta kepada tim manajemen KCIC dapat melakukan alih teknologi dan manajemen proyek serta manajemen operasi Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Dia ingin, keterlibatan anak bangsa di proyek tersebut tidak sekadar bekerja namun bisa sambil menguasai ilmu dan teknologi.
"Tim manajemen Indonesia akan melakukan alih teknologi dan manajemen proyek dan manajemen operasi Kereta Cepat tersebut," kata Sri Mulyani ketika mendampingi Presiden Joko Widodo dalam meninjau proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, dikutip dari akun Instagramnya @smindrawati, Selasa (18/5).
Bendahara Negara itu juga berharap agar seluruh tim manajemen KCIC memiliki profesionalisme, integritas dan kompetensi untuk dapat membangun proyek infrastruktur Kereta Cepat secara efisien, aman, tepat waktu, tepat kualitas dan tepat biaya.
Seperti diketahui, Proyek Kereta Cepat (KCIC) senilai USD 6 miliar dibangun oleh konsorsium BUMN Indonesia (PT KAI, WIKA, Jasa Marga, PTPN8) bersama Konsorsium Tiongkok dengan ekuitas awal USD 1,5 miliar.
Adapun terdapat 13 tunnel (terowongan) yang akan dibangun sepanjang 16.672 meter. Proyek ini diharapkan selesai akhir tahun 2022.
Sebelumnya, PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) menargetkan seluruh terowongan atau tunnel bisa tembus atau diselesaikan pada akhir tahun ini. Sejauh ini KCIC baru menyelesaikan delapan dari 13 tunnel yang ada di Jalur di Kereta Cepat Jakarta-Bandung sepanjang 142,3 kilometer (km).
"Jadi per minggu ini sudah 8 terowongan yang tembus dan targetnya di akhir tahun semua terowongan selesai. Jadi target menuju masa operasi di akhir tahun depan," kata Direktur Manajemen Proyek Kereta Cepat, Allan Tandiono, ketika mendampingi Presiden Joko Widodo meninjau Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Selasa (18/5).