Sandiaga Uno: Investasi di Kaltara Lebih Besar Dibandingkan Ibu Kota Baru

Ada sejumlah alasan nilai investasi untuk Kaltara lebih besar. Di wilayah tersebut, terdapat pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan pembangunan Food and Rice Estate.

Supriatin
Oleh Supriatin - Reporter
Sandiaga Uno: Investasi di Kaltara Lebih Besar Dibandingkan Ibu Kota Baru
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno. ©2022 Merdeka.com

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahudin Uno menyebut bahwa Kalimantan Utara (Kaltara) akan menjadi pusat pembangunan industri di Indonesia. Ini disebabkan, nilai investasi yang ditanam di Kaltara lebih besar dibandingkan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

"Lebih dari USD 128 miliar akan diinvestasikan di Kaltara. Ini adalah terbesar dibandingkan IKN," katanya dalam Forum Ekonomi Merdeka, Senin (28/2).

Ada sejumlah alasan nilai investasi untuk Kaltara lebih besar. Di wilayah tersebut, terdapat pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan pembangunan Food and Rice Estate. "Tentunya Tarakan (Kaltara) akan menjadi episentrum pembangunan depan dan kita ingin pembangunan pariwisata dan berkelanjutan juga bisa hadir di Tarakan," ujarnya.

Sandiaga berharap, kawasan wisata di Tarakan terus berkembang. Dia mengaku pernah mengunjungi Tarakan. Di sana, terdapat kawasan Mangrove, budidaya rumput laut, udang, kerang, serta kepiting.

Tarakan Didorong Ikut Anugerah Desa Wisata Indonesia

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini mendorong desa yang mengembangkan budidaya tersebut mengikuti ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022 yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

"Ini mohon juga bisa didaftarkan untuk desa wisata," pintanya kepada Wali Kota Tarakan, Khairul.

Permintaan serupa juga dialamatkan untuk Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani. Dia berharap akan lebih banyak desa dari Banyuwangi yang berpartisipasi dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia 2022.

Ajang ini dibuka hingga 31 Maret 2022. Diharapkan sedikitnya 3.000 desa masuk dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia 2022.

Terdapat tujuh kategori yang dilombakan yaitu daya tarik pengunjung yang memiliki keunikan dan keaslian alam dan buatan, homestay, suvenir, digital dan kreatif, toilet umum, CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environmental Sustainability), dan kelembagaan desa.

"Tahun ini kita harapkan lebih banyak lagi pesertanya dari Banyuwangi," tandasnya.

Rekomendasi