Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said menerima kunjungan Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Dwi Soetjipto di Kantor Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta. Kunjungan Dwi ini untuk memperkenalkan partner baru dalam pembangunan kilang minyak di Tuban, Jawa Timur.
Dwi juga memperkenalkan CEO Rosneft, Igor Ivanovich. Rosneft merupakan BUMN Rusia yang bergerak di bidang minyak dan gas bumi.
"Kami memperkenalkan Rosneft. Kami audiensi dengan Menteri ESDM, karena Rosneft dalam proses seleksi calon partner untuk pengembangan kilang di Indonesia," kata Dwi, Rabu (27/4).
Menurut Dwi, Rosneft merupakan perusahaan minyak yang sangat besar dan kuat di dunia. Pertamina sendiri sudah mempelajari dan menelusuri rekam jejak perusahaan tersebut untuk dijadikan mitra membangun kilang baru.
"Rosneft adalah salah satu prefered bidder yang akan terus kita lakukan pendalaman, atas isu-isu yang harus kita selesaikan, supaya pembangunan kilang baru di Tuban bisa berjalan cepat. Kita semua tahu Rosneft produsen crude oil (minyak mentah) terbesar di dunia," kata Dwi.
Selain perusahaan minyak asal Rusia itu, beberapa perusahaan minyak selevel Rosneft juga masuk dalam daftar calon mitra Pertamina bangun kilang baru, yakni Saudi Aramco dan PTT Thailand.
"Ada juga Saudi Aramco, Kuwait, PTT Thailand, itu di antaranya. Mereka punya kapabilitas cukup besar juga," tegas Dwi.
Mencari mitra membangun kilang, kata dia, tidak mudah. Ada beberapa hal yang menjadi bahan pertimbangan Pertamina yakni masalah keekonomian proyek, pembiayaan, serta mekanisme kerja sama atau joint venture.
Lebih lanjut Dwi mengatakan, selain mengajukan diri untuk menjadi partner pembangunan kilang, Rosneft juga menawarkan kerja sama lain kepada Pertamina, misalnya suplai minyak bumi dan bisnis hilir di Rusia.
"Rosneft juga menawarkan bagaimana mereka juga menyuplai komoditi ke Pertamina, juga Pertamina mengembangkan bisnis hilir di Rusia," imbuh Dwi.
Meski demikian, Dwi mengaku belum bisa memastikan kapan akan menetapkan mitra pembangunan kilang baru, meski sejauh ini tidak ada ganjalan bagi Pertamina terhadap performa Rosneft.
"Nanti kita lihat perkembangannya. Dari sisi strategi sudah match. So far tidak ada (keberatan)," kata dia.
Sementara itu, Menteri ESDM Sudirman Said menyerahkan sepenuhnya keputusan pemilihan mitra pembangunan kilang kepada Pertamina. "Kami menyerahkan pada Pertamina untuk terus mendalami, kita tunggu," jelas Sudirman.